Strategi Penanggulangan TBC di Ciamis Berdasarkan Regulasi Nasional

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS, Strategi penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC/TB) di Ciamis mengacu pada berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis serta berbagai peraturan daerah yang mendukung implementasi kebijakan ini.
TBC adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, dr. H Yoyo, M.MKes., melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Ciamis, H Edis Herdis, S.Sos.,MM, mengatakan, Dinkes Ciamis terus mengintensifkan upaya penanggulangan penyakit TBC dengan berbagai strategi yang telah dirancang untuk mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030.
Menurutnya, salah satu langkah utama yang diterapkan untuk mencegah penyakit TBC adalah dengan memberikan vaksinasi Bacillus Calmette Guerin (BCG).
“Vaksin BCG ini diberikan melalui suntikan ke dalam kulit bagi bayi yang baru lahir sebagai perlindungan awal terhadap TBC,” katanya, Senin (17/03/2025), ketika menerima kunjungan Studi Komparasi DPRD Cilacap tentang penanggulangan TBC dan HIV di Aula Dinkes Ciamis.
Dijelaskannya, selain vaksinasi BCG, deteksi dini melalui skrining terstruktur juga dilakukan pada kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pekerja di lingkungan padat penduduk dan individu dengan penyakit penyerta seperti Human Immunodeficiency Viruses (HIV) dan Diabetes.
Untuk itu Ia menghimbau agar masyarakat selalu aktif melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala TB, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan.
“Untuk menekan angka penyebaran penyakit ini, sangat penting dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatan tepat guna,” jelasnya.
Dinkes Kabupaten Ciamis juga menerapkan pendekatan penemuan kasus TBC secara aktif maupun pasif, termasuk penggunaan teknologi seperti Tes Cepat Molekuler (TCM) dan aplikasi SILACAK GALUH TOSS TBC untuk memantau serta melacak kasus TBC lebih efektif.
BACA JUGA: Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pemkab Ciamis Siapkan Berbagai Langkah
Pengobatan TBC juga dapat dilakukan berdasarkan prinsip Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS), yaitu pasien diawasi langsung oleh tenaga kesehatan untuk memastikan kepatuhan dalam menjalani terapi.
“Selain itu, pasien TBC Resisten Obat (TB RO) mendapatkan pengobatan dengan kombinasi obat lini kedua yang lebih efektif,” ungkapnya.
Selain pengobatan, Dinas Kesehatan juga memberikan dukungan sosial kepada pasien, termasuk bantuan transportasi bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
“Edukasi kepada keluarga pasien juga menjadi prioritas untuk memastikan lingkungan yang mendukung kesembuhan pasien,” jelasnya.
Dijelaskannya, untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030, diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Untuk itu pihaknya juga terus memperkuat jejaring layanan kesehatan hingga tingkat desa dan memastikan, kalau semua pasien mendapatkan akses pengobatan yang berkelanjutan.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Kabupaten Ciamis dapat mengurangi angka insiden TBC hingga 65 per 100.000 penduduk dan menekan angka kematian akibat penyakit TBC hingga 6 per 100.000 penduduk sesuai dengan target nasional,” harapnya. (Nank/lintaspriangan.com)



