Dunia

Usai Hanguskan LA, Api Merembet ke New York

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. “Ini bukan di Gaza, ini di LA dan sekarang api merembet ke New York!” Demikian bunyi voicenote yang dikirim Yanis, salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI), yang tinggal di Amerika. Kemarin, hampir sehari penuh ia menempuh perjalanan dari tempatnya bekerja di Kansas, mendekati wilayah kebakaran di Los Angeles. Ia mengabarkan kepada redaksi Lintas Priangan, kalau saat ini, Minggu, 12/01/2025 WIB, kebakaran merembet ke wilayah New York.

Bunyi alarm terdengar masih meraung di belakang suara Yanis. Pertanda, dia sedang berada tidak terlalu jauh dari lokasi Si Jago Merah beraksi. Bunyi alarm itu berasal dari beberapa infrastruktur di sekitar gedung Wallace Avenue, tepatnya di Apartemen Bronx. Sebagaimana diberitakan di berbagai media di dunia, kebakaran di LA saat ini sudah mulai merembet ke New York.

Sedikitnya 200 petugas pemadam kebakaran diterjunkan oleh otoritas Amerika Serikat. Namun anehnya, api sepertinya kebal terhadap air. Si Jago Merah merambat dengan cepat, melumatkan apapun yang ada di dekatnya. Dilaporkan, tujuh orang mengalami luka bakar, termasuk di antaranya lima orang petugas pemadam kebakaran.

Api yang mulai merembet ke New York ini setidaknya menyebabkan lebih dari 60 keluarga kehilangan tempat tinggal. Tercatat, total 161 orang warga saat ini terpaksa harus tinggal di tempat penampungan sementara yang didirikan oleh Palang Merah Internasional (PMI).

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Amerika Serika benar-benar sedang berkeringat. Teknologi dan berbagai fasilitas teknologi yang membuat mereka jadi negara adidaya, faktanya tak mampu melawan kobaran Si Jago Merah. Entah berapa banyak peralatan dan petugas yang mereka terjunkan, tapi kebakaran terus saja membesar.

Menurut cerita Yanis, ada yang cukup aneh dalam fenomena kebakaran di Amerika. Fenomena aneh ini bahkan bisa dilihat kasat mata dari banyak foto dan video yang beredar di media sosial. Contoh misalnya seperti di Apartment Bronx, posisi api itu berada di atap gedung, di bagian atas. Antara gedung yang satu dengan gedung yang lain ada jarak, seharusnya di ruang jarak itulah para pemadam kebakaran mendapatkan kesempatan untuk mengendalikan api. Tapi, si api itu seperti melompat dari atap gedung yang satu ke atap di terdekat.

“Bagian bawah apalagi lantai, masih bisa dilalui petugas kebakaran. Tapi semua atap gedung terbakar, padahal antar gedung itu ada jarak. Di sini juga banyak tempat penampungan sementara. Mirip di Gaza, Tapi ini bukan karena perang,” terang Yanis di ujung voice note yang ia kirim ke redaksi Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button