40% Kasus TBC di Kota Tasikmalaya Terjadi pada Balita

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masif melalui Kick-Off Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC yang digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan KH. E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC serta arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui gerakan ini, pemerintah daerah berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap deteksi dini dan pengobatan tuntas, agar rantai penularan dapat ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, menyampaikan bahwa TBC di Kota Tasikmalaya masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data saat ini, terdapat sekitar 2.600 warga yang tercatat positif TBC. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 pasien merupakan balita atau sekitar 40 persen dari keseluruhan kasus.
“Angka ini menunjukkan bahwa penularan TBC masih aktif dan lingkungan sekitar anak menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. TBC bukan hanya penyakit orang dewasa. Ketika balita terpapar, itu artinya ada sumber penularan yang dekat dan belum tertangani,” ujar Asep Hendra di sela kegiatan.
Menurutnya, TBC sebenarnya dapat disembuhkan apabila penderita mengikuti pengobatan secara rutin dan tuntas. Namun, masih banyak masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan ketika mengalami batuk berkepanjangan atau gejala lain yang mengarah pada TBC. Di sisi lain, kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan juga menjadi faktor pendukung penularan.
Ajak Warga Lakukan Deteksi Dini
Melalui kampanye TOSS TBC, masyarakat diajak untuk aktif melakukan pemeriksaan sejak dini. Langkah ini penting, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota dengan gejala batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau tubuh mudah lelah.
Dinas Kesehatan menekankan bahwa pengobatan TBC tersedia gratis melalui fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya. Yang paling penting adalah kedisiplinan dalam menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh.
Kegiatan kampanye pada CFD tersebut berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Beragam rangkaian acara diadakan untuk mengedukasi masyarakat, mulai dari senam pagi, pembagian leaflet edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga sesi sosialisasi interaktif mengenai pencegahan dan pengendalian TBC. Kegiatan ini sekaligus diharapkan mampu menarik perhatian warga yang hadir di kawasan CFD.
Harapan Menuju Kota Bebas TBC
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap melalui kampanye ini masyarakat semakin sadar bahwa upaya mencegah TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan saja, tetapi juga merupakan gerakan bersama.
Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ventilasi udara yang baik di dalam rumah, serta saling mendukung bagi warga yang sedang menjalani pengobatan, menjadi kunci keberhasilan dalam memutus rantai penularan.
“Kalau kita bisa menemukan, mengobati, dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh, maka rantai penularan bisa dihentikan,” lanjut Asep.
Dengan tingginya kasus TBC di Kota Tasikmalaya, terutama pada balita, kampanye seperti ini dipandang sangat penting untuk terus diperluas. Pemerintah menargetkan semakin banyak warga yang memahami cara penularan TBC dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak awal.
Melalui langkah bersama dan kesadaran kolektif, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis dapat mendukung tercapainya target nasional Indonesia Bebas TBC. (GPS)



