Berita Bandung

Citarum Meluap, 2500 Rumah Terendam Banjir

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini mengakibatkan Sungai Citarum meluap. Tak kurang dari 2400 rumah terendam banjir. Hampir 2600 Kepala Keluarga terdampak, dengan total jiwa mencapai 7.298 orang.

“Ini sejak hari Jumat. Ada yang tingginya hampir satu meter,” terang Lina (49), salah seorang warga Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ia beserta keluarganya terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga di wilayah Buah Batu, Kota Bandung.

“Saya dan anak-anak pindah dulu. Suami, adik dan paman saya yang bolak balik ke Bojongsoang untuk memantau perkembangan,” terang Lina, Selasa (28/01/2025), kepada Ahmad Gunadi, Reporter Lintas Priangan di Bandung.

Sementara itu menurut warga lainnya, Iwan Ijik (47), akses di wilayah yang terdampak banjir masih bisa dilalui. Namun tentu saja harus ekstra hati-hati dan pasti berdampak pada kondisi kendaraan.

“Motor dan mobil masih bisa jalan. Tinggi air ya sekitar 50 cm lah, kurang lebih setengah meter. Tapi tentu harus ekstra hati-hati. Kalau saya lebih memilh menghindari saja dulu sebisa mungkin. Selain ada potensi bahaya, kendaraan kita juga kondisinya pasti rusak,” terang Iwan, warga Dayeuhkolot yang setiap hari menjadi distributor makanan ringan di Bandung.

Berdasarkan telusuran Lintas Priangan, jumlah rumah terendam banjir hingga hari ini mencapai 2.423 unit. Ribuan rumah tersebut adalah tempat tinggal bagi 2.586 keluarga. Tak hanya Bojongsoang, luapan Sungai Citarum yang terjadi sejak hari Jumat lalu juga membanjiri beberapa lokasi lain, diantaranya: Citeureup, Tegaluar dan Dayeuhkolot. Lokasi yang terdampak banjir tersebut berada di wilayah Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, menghimbau warganya agar meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk warga yang ada di sekitar bantaran sungai, harus terus waspada, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain di bantaran sungai, yang berada di dataran tinggi juga sama, harus waspada terutama pada potensi longsor,” himbau Uka, sebagaimana dilansir di berbagai media. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button