Nasional

Selain Isu Asmara dengan RK, Ada Peluang Aura Kasih Dipanggil KPK

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Isu asmara yang menyeret nama Aura Kasih dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belakangan ramai diperbincangkan publik. Foto-foto liburan ke Italia yang beredar di media sosial memantik spekulasi warganet, sebagian bahkan mengaitkannya dengan perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Namun, di luar riuh gosip tersebut, muncul fakta yang jauh lebih serius: Aura Kasih dipanggil KPK bukan sebagai isu sensasional, melainkan sebagai bagian dari proses hukum yang tengah berjalan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terbuka menyatakan membuka peluang untuk memanggil penyanyi dan aktris tersebut dalam rangka penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023. Pernyataan itu disampaikan menyusul pemeriksaan intensif terhadap Ridwan Kamil sebagai saksi dalam perkara yang sama.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa lembaga antirasuah tidak menutup pintu bagi siapa pun yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik akan memanggil siapa saja yang diduga mengetahui, atau bahkan menerima aliran dana dari dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Penegasan ini menjadi penting untuk memisahkan dua hal yang kerap bercampur di ruang publik: gosip personal dan proses hukum. KPK menekankan, setiap pemanggilan saksi didasarkan pada kebutuhan penyidikan, bukan pada tekanan opini publik atau isu yang berkembang di media sosial.

Penelusuran Dana Non-Budgeter Bank BJB

Dalam perkara ini, KPK tengah mendalami dugaan penyalahgunaan dana non-budgeter yang bersumber dari sebagian anggaran belanja iklan Bank BJB. Dana tersebut diduga dikelola di Divisi Corporate Secretary dan digunakan di luar mekanisme anggaran resmi.

Penyidik menelusuri ke mana saja aliran dana tersebut mengalir, termasuk kemungkinan digunakan untuk pembelian aset atau mengalir ke pihak-pihak tertentu. Proses ini mencakup pemeriksaan saksi, penelusuran transaksi, hingga pencocokan data dengan laporan harta kekayaan.

Ridwan Kamil telah diperiksa sebagai saksi pada awal Desember 2025. Dalam pemeriksaan tersebut, ia dicecar soal pengetahuannya terkait pengelolaan dana non-budgeter di Bank BJB. Penyidik juga mengonfirmasi kepemilikan aset, termasuk mencocokkannya dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) saat ia masih menjabat sebagai gubernur.

RK membantah terlibat atau menerima aliran dana dari kasus tersebut. Ia juga menepis tudingan mengenai aliran dana ke sejumlah pihak, termasuk isu pembelian mobil antik Mercedes-Benz 280 SL yang sempat dikaitkan dengan namanya.

Antara Gosip Publik dan Proses Hukum

Di saat proses hukum berjalan, ruang publik justru dipenuhi spekulasi mengenai hubungan personal RK dan Aura Kasih. Foto liburan bersama di Italia pada Desember 2023 kembali diungkit, disertai berbagai komentar warganet yang mengaitkannya dengan gaya hidup dan dugaan aliran dana.

Namun, KPK menegaskan bahwa Aura Kasih dipanggil KPK—jika itu terjadi—bukan karena isu asmara, melainkan murni berdasarkan kebutuhan penyidikan. Hingga kini, lembaga antirasuah belum mengungkap secara detail pihak-pihak lain yang diduga menerima aliran dana, dengan alasan substansi penyidikan masih bersifat rahasia.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka sejak Maret 2025. Mereka terdiri dari jajaran internal Bank BJB dan pengendali sejumlah agensi periklanan. Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa selebgram Lisa Mariana pada Agustus 2025 karena dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara yang sama.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan pola penyidikan yang konsisten: menelusuri aliran dana, memeriksa pihak-pihak yang relevan, dan memastikan tidak ada satu pun yang berada di luar jangkauan hukum. Di titik inilah publik diingatkan untuk membedakan antara sensasi dan substansi.

Isu asmara boleh jadi menarik perhatian, tetapi proses hukum berjalan dengan logikanya sendiri. Jika nanti Aura Kasih dipanggil KPK, itu bukan karena viralitas namanya, melainkan karena posisi keterangannya dinilai penting dalam mengurai benang kusut dugaan korupsi iklan Bank BJB—sebuah perkara yang nilainya besar dan dampaknya luas bagi kepercayaan publik.

Singkatnya, gosip bisa ramai sehari, tapi dokumen penyidikan bisa berbicara bertahun-tahun. Dan KPK, setidaknya sejauh ini, memilih mendengar yang kedua.

Related Articles

Back to top button