Berita Tasikmalaya

Hari Ini SWAKKA Bergerak ke Kejaksaan dan Inspektorat Tasikmalaya

SWAKKA Soroti Kinerja Pejabat

Selain isu dugaan korupsi, SWAKKA juga membawa catatan kritis terkait kinerja pejabat publik. Humas SWAKKA, Deni Heryanto dari lintaspriangan.com, menyampaikan bahwa pengawasan tidak selalu identik dengan uang dan proyek, tetapi juga menyangkut etika pelayanan publik.

Ia menjelaskan, SWAKKA mencatat adanya pejabat yang faktanya menghindari kegiatan pers, tidak merespons konfirmasi, hingga bersikap tertutup terhadap kerja jurnalistik.

Berita Tasikmalaya lainnya: Tasik Haneut: dari Aksi Massa, Spanduk Balai Kota, sekarang Mosi Tak Percaya

“Contohnya Perpustakaan Kota Tasikmalaya, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Dinas Koperasi UKM Indag Kabupaten Tasikmalaya, mereka tidak respons dan cenderung menghindari kegiatan pers. Padahal aktivitas pers itu amanat undang-undang,” terang Deni.

Tak hanay itu, menut Deni, SWAKKA juga mengantongi data tentang kasus lain yang terkait dengan Pejabat PNS, dari mulai keterlibatan proyek, isu pernikahan siri hingga oknum yang suka mengkonsumsi miras.

“Ya, dari berbagai sumber, ada yang aktif dalam urusan proyek sampai ke konsumsi miras, kami punya kesaksian bahkan dari narasumber di internal kantor mereka,” tegas Deni.

Berita Tasikmalaya lainnya: 5 Masalah Krusial dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman

Menurut SWAKKA, persoalan-persoalan tersebut di atas sama-sama merusak ekosistem tata kelola pemerintahan. Ketika pejabat alergi terhadap pers, transparansi melemah. Sebaliknya, ketika pejabat terlalu dekat dengan proyek, integritas ikut dipertaruhkan.

Deni menegaskan bahwa seluruh data dan fakta yang dimiliki SWAKKA bukan isapan jempol. Informasi tersebut dihimpun dari sumber-sumber terpercaya dan valid, termasuk dokumen resmi, hasil penelusuran lapangan, bahkan narasumber internal.

“Kita akan sampaikan semuanya,’ tukas Deni.

Melalui langkah ini, SWAKKA berharap Kejaksaan dan Inspektorat dapat memandang pers dan konten kreator sebagai mitra kritis, bukan lawan. Tujuannya jelas: mendorong pemerintahan yang lebih bersih, responsif, dan bertanggung jawab di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Gerakan hari ini menandai fase baru bagi para jurnalis, dari ruang redaksi menuju ruang institusi. (HS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button