Sekolah Rakyat di Tasikmalaya Resmi Dibuka, 75 Siswa Mulai Belajar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya membuka Sekolah Rakyat di Tasikmalaya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara peresmian berlangsung di eks SDN Rahayu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Selasa (7/10/2025).
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan hadir langsung dalam acara tersebut. Keduanya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak semua anak, bukan hanya bagi mereka yang mampu.
Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Inklusif
Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya menggunakan model Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 dengan tiga rombongan belajar: dua rombongan tingkat SMP dan satu rombongan tingkat SD. Sebanyak 75 siswa sudah memulai kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Seluruh siswa memperoleh fasilitas lengkap, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan belajar secara gratis. Sistem asrama penuh memberi ruang bagi anak-anak untuk fokus belajar tanpa beban ekonomi.
Wali Kota Viman menyebut Sekolah Rakyat sebagai hadiah istimewa pada Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, sekolah ini bukan proyek seremonial, melainkan langkah nyata untuk mencegah anak Tasikmalaya putus sekolah.
“Sekolah rakyat menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan. Ini tempat menata masa depan, bukan sekadar ruang kelas,” ujar Viman.
Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Tamansari untuk pengembangan jangka panjang. Langkah ini bertujuan menampung lebih banyak siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.
Kisah dan Harapan dari Para Siswa
Banyak anak kini mendapatkan kesempatan baru melalui Sekolah Rakyat di Tasikmalaya. Salah satunya, SL, remaja dari Kelurahan Gunung Gede. Ia sempat berhenti sekolah karena membantu orang tua di warung, tetapi kini bisa kembali belajar.
“Saya senang bisa sekolah lagi. Semua kebutuhan sudah disediakan di sini, jadi saya bisa fokus,” kata SL.
DF, siswi lain, pernah mengalami perundungan di sekolah sebelumnya. Ia sempat kehilangan semangat belajar, tetapi dukungan dari keluarga dan guru membantunya pulih. Kini, ia kembali berani bermimpi.
Cerita para siswa ini memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan juga ruang untuk memulihkan harapan dan semangat anak-anak.
Wakil Gubernur Erwan Setiawan menilai program ini sejalan dengan visi pendidikan karakter yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pendidikan tidak berhenti pada ilmu pengetahuan. Ia juga membentuk akhlak dan moral. Sekolah rakyat menjadi wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya.
Langkah Lanjutan dan Dukungan Pemerintah
Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya terus berkembang. Pemerintah Kota menambah tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas belajar, dan memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain agar sekolah ini berkelanjutan.
Viman menegaskan komitmennya menjadikan Sekolah Rakyat sebagai contoh bagi daerah lain. Ia menargetkan model ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Tasikmalaya dan wilayah lain di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi juga menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Hadirnya Sekolah Rakyat di Tasikmalaya membuktikan bahwa pemerintah serius menegakkan prinsip pendidikan untuk semua. Sekolah ini bukan sekadar simbol, tetapi langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (GPS)



