Polisi Bongkar Penyekapan Gadis di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aparat Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan penyekapan seorang gadis berusia 15 tahun di sebuah penginapan kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang. Laporan itu datang dari keluarga korban yang sejak dua hari terakhir kehilangan kontak dengan putrinya, RN, yang hilang sejak Senin siang.
Menurut keterangan keluarga, RN pergi dari rumah tanpa berpamitan dan ponselnya mendadak tidak bisa dihubungi. Kepanikan keluarga memuncak ketika semua upaya pencarian berakhir buntu. Hingga akhirnya, pada Rabu siang, RN menghubungi ibunya dan mengirimkan lokasi keberadaannya. Momen itu langsung dimanfaatkan keluarga untuk melapor ke polisi sebelum menuju lokasi.
Tim patroli dari Pamapta Polres Tasikmalaya Kota dipimpin Ipda Diva Chalia mendatangi penginapan yang dimaksud. Sesampainya di tempat kejadian perkara, polisi mengetuk pintu kamar beberapa kali, namun tidak ada jawaban. Setelah mendapat izin petugas penginapan, polisi memutuskan membuka pintu kamar dan langsung menemukan gadis berusia 15 tahun itu dalam kondisi ketakutan bersama empat pria.
RN langsung dievakuasi oleh seorang polwan, sementara empat pria tersebut — masing-masing Dian Fajar (24), Dimas (21), IR (17), dan AK (17) — langsung diamankan dan diinterogasi di lokasi. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban serta beberapa botol miras yang diduga digunakan pelaku selama berada di dalam kamar.
Dalam pemeriksaan awal, keluarga menyebutkan bahwa RN tidak dapat menghubungi siapa pun karena ponselnya dipegang oleh para pelaku. Kesempatan untuk meminta pertolongan muncul ketika para pelaku tertidur. Pada saat itulah RN mengambil ponsel dan mengirimkan lokasi terkini kepada ibunya.
“Begitu dia kirim serlok, kami langsung melapor ke polisi lalu menuju ke sini,” ujar salah satu anggota keluarga di lokasi.
Kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh. Ipda Diva Chalia menyebut, kasus ini termasuk kategori serius karena melibatkan anak di bawah umur. Dua dari empat pelaku juga masih berstatus remaja.
“Semua pihak terkait kami bawa ke Mapolres untuk pemeriksaan mendalam. Saat ini kami sedang mengumpulkan keterangan dari korban, pelaku, serta menyita barang bukti di lokasi,” katanya.
Polisi tak menutup kemungkinan adanya tindak kejahatan lain yang menyertai dugaan penyekapan ini. Barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk botol miras, menambah daftar pertanyaan yang kini tengah ditelusuri penyidik. Pihak keluarga berharap proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan cepat dan memberi rasa keadilan bagi RN, yang kini masih dalam pendampingan pihak kepolisian.
Kasus penyekapan gadis di Tasikmalaya ini menjadi perhatian serius masyarakat karena kembali memunculkan kekhawatiran tentang keamanan remaja di ruang publik, terutama di area penginapan yang semestinya memiliki pengawasan ketat terhadap tamu. Polisi memastikan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, termasuk kemungkinan melakukan visum terhadap korban untuk memastikan kondisi fisiknya setelah dua hari hilang kontak. (GPS)



