Serikat Pekerja: Kami Jatuh Hati pada Paslon Ini

lintaspriangan.com, BERITA PILKADA 2024. Usai menonton debat ke-2 Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 malam tadi, Kamis (14/11), belasan pemuda yang merupakan perwakilan dari sebuah organisasi serikat pekerja, mendeklarasikan dukungan untuk salah satu pasangan calon. Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh ketua organisasi, Asep Andi, kepada Lintas Priangan.
“Alhamdulillah, sudah bulat. Kami sudah sepakat untuk sama-sama jatuh hati pada paslon ini. Setelah menyimak debat pertama dan debat kedua, kami memastikan pilihan kami. Dan kami akan sosialisasikan ke seluruh anggota, juga untuk mengajak anggota keluarga dan kerabat terdekatnya,” terang Asep Andi.
Organisasi serikat pekerja yang dipimpin Asep Andi ini sudah berusia lebih dari lima tahun, didirikan tepatnya pada tahun 2018. Nama organisasinya, Serikat Pekerja Mandiri atau SPM. Wilayah keanggotaan SPM ini di Tasikmalaya, baik kota maupun kabupaten.
“Anggota SPM sampai hari ini ada 461 orang pekerja, yang tersebar di beberapa perusahaan. Mereka berdomisili di kota dan kabupaten. Khusus untuk kota, yang bisa menyumbangkan suara dalam pilkada, ada 251. Mayoritas sudah berkeluarga. Jadi minimal dikali dua suara, sudah 500 suara,” papar Asep Andi.
Lalu pasangan calon mana yang mendapat dukungan suara dari SPM ini? Secara tegas, Asep Andi bersama rekan-rekannya menjawab: Nurhayati-Muslim! Tentunya, ada beberapa asalan kenapa SPM sepakat mengarahkan dukungannya untuk pasangan nomor urut satu di Pilkada Kota Tasikmalaya ini.
“Kami menyimak betul debat kedua, saya dan teman-teman nonton dari awal sampai selesai. Dari sekian banyak yang diutarakan, ada dua hal yang sangat menarik dari Nurhayati. Pertama, hanya Nurhayati yang berani bicara menutup kebocoran anggaran. Aneh, paslon lain gak ada yang berani nyinggung masalah kebocoran anggaran. Apalagi kata Nurhayati, menurut data kebocoran itu sampai 50%. Wah, nilainya itu setara dengan ratusan milyar!” terang Asep Andi.
Lalu alasan kedua, masih menurut Asep Andi, sepertinya hanya Nurhayati yang latar belakangnya adalah pekerja mandiri. Harapannya, karena pengusaha mandiri, dapat lebih memahami seperti apa kelumit kehidupan seorang pekerja mandiri.
“Kalau yang lain kan ada birokrat, politisi, profesional, seniman, bahkan ulama. Yang memiliki arsiran sebagai pekerja dan mandiri itu Nurhayati. Dia pengusaha yang menjalankan sendiri bisnisnya. Kami tertarik dengan adanya Kartu Sehati yang disampaikan Nurhayati pada debat tadi malam. Karena itulah, kami yakin, secara praktis Nurhayati lebih faham tentang kami. Bukan hanya teoritis apalagi sekedar lips service,” tegas Asep Andi.
Terakhir, melalui Lintas Priangan, Asep Andi menitip pesan untuk Nurhayati.
“Kepada Ibu Nurhayati, dalam rentang waktu yang cukup sempit menuju hari pemilihan, kami sangat berharap dapat berjumpa dengan Ibu Nurhayati. Kami sudah sepakat, untuk sama-sama jatuh hati pada Bu Nurhayati,” pungkas Asep Andi.



