Berita Tasikmalaya

Pencurian Sapi di Tasikmalaya, Pelaku Kian Nekat dan Terorganisir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Agus tidak menyangka pagi itu menjadi salah satu hari paling melelahkan dalam hidupnya. Saat seorang tetangga memberitahu ada dua sapi tercebur ke kolam, ia mengira hewan-hewan itu hanya kabur. Namun ketika sampai di kandang, pintu sudah terbuka, engsel rusak, dan empat ekor sapi lain hilang.

Ia langsung lemas. Nilai empat sapi limosin itu bisa menembus lebih dari seratus juta rupiah. Lebih menyakitkan, sebagian sapi adalah titipan investor yang mempercayakan perawatannya di kandang keluarganya.

Aksi Terencana yang Bergerak Cepat

Pelaku tampaknya punya perhitungan matang. Mereka memilih dini hari, waktu yang sangat sepi. Mereka menjebol pintu kayu kandang, mengeluarkan sapi satu per satu, lalu mengumpulkannya di bagian depan.

Diduga enam ekor sapi sempat dikeluarkan dari kandang. Namun dua di antaranya jatuh ke empang di area persawahan. Pelaku kemudian meninggalkan kedua sapi itu dan hanya mengangkut empat ekor lainnya menggunakan truk bak kayu.

Agus masih mengingat bagaimana tetangga mengira truk tersebut hanya kendaraan biasa yang hendak mengangkut sapi ke pasar. Tidak ada yang mencurigai, karena truk semacam itu memang sering hilir-mudik di kawasan persawahan.

“Padahal yang lewat itu truk pelaku,” ujar Agus, kepada Detik, Rabu (26/11/2025).

Polisi yang datang ke lokasi menemukan jejak sapi berserakan di depan kandang. Engsel pintu patah, bekas seretan terlihat jelas. Pelaku bekerja cepat dan terarah, tanda mereka sudah paham cara mengatasi hewan besar seperti sapi limosin.

Kerugian yang Mengguncang Usaha Peternak

Kehilangan sapi limosin jelas bukan persoalan kecil. Seekor sapi besar bisa dihargai Rp20–25 juta. Bagi peternak kecil seperti Agus dan keluarganya, kejadian seperti ini bukan sekadar kehilangan aset, melainkan ancaman terhadap kelangsungan usaha.

“Usaha bisa oleng kalau sapinya hilang. Modal jalan dari situ,” kata Agus pada d

Selain itu, reputasi sebagai pengurus ternak juga ikut dipertaruhkan karena ada sapi titipan. Bila pemilik titipan meminta ganti rugi, beban korban akan semakin berat.

Polisi Selidiki Jejak Pelaku

Kapolsek Kawalu, AKP Yusuf Setyanto, memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Polisi mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV warga, dan melakukan olah TKP bersama tim identifikasi.

“Kami mendapati laporan bahwa enam sapi keluar dari kandang, namun empat yang berhasil dibawa,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas.

Yusuf menduga pelaku lebih dari dua orang, mengingat proses memindahkan sapi bukan pekerjaan yang mudah. Ada indikasi penggunaan sindikat kecil yang biasa beroperasi di beberapa kecamatan.

Polisi kini menelusuri pergerakan truk yang terekam CCTV, termasuk jalur keluar-masuk menuju Kawalu. Namun proses ini tidak mudah karena kendaraan bak kayu sering digunakan warga.

Bagi warga Tasikmalaya, kejadian ini menjadi alarm agar meningkatkan keamanan kandang. Pencurian ternak bukan lagi dilakukan secara sederhana, melainkan sudah menggunakan kendaraan besar, peralatan, dan perhitungan waktu yang tepat.

Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku segera ditemukan agar usaha peternakan yang mereka bangun bertahun-tahun tidak runtuh begitu saja.

Related Articles

Back to top button