Berita Tasikmalaya

Pencuri Hewan Ternak di Tasikmalaya Ditangkap, Satu Masih Buron

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satreskrim Polres Tasikmalaya menangkap dua residivis yang terkenal sebagai spesialis pencuri hewan ternak di Tasikmalaya. Polisi juga memburu satu pelaku lain yang melarikan diri saat penggerebekan.

Aparat mengamankan kedua pelaku, HS (46) dan UR (44), pada Sabtu dini hari (27/9/2025) di Kecamatan Parungponteng. Keduanya berasal dari Bandung dan berulang kali keluar masuk penjara karena kasus pencurian sapi serta kerbau.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta menuturkan, polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait kehilangan ternak di Salopa, Tanjungjaya, dan Cibalong. Tim penyidik menemukan pola aksi yang sama di setiap lokasi lalu menelusuri jejak para pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap mereka.


Modus Operandi Pencuri Hewan Ternak di Tasikmalaya

Pelaku menjalankan aksinya dengan rencana yang cukup matang. HS memilih kandang ternak yang sepi pengawasan dan menyiapkan mobil bak terbuka. UR merusak pintu kandang lalu mengangkut sapi maupun kerbau ke kendaraan. Seorang rekan mereka berinisial B berperan membawa hasil curian keluar daerah.

Polisi menyita mobil Suzuki SS warna hitam, sepeda motor kecil untuk memantau lokasi, serta sejumlah peralatan pendukung seperti senter, tali tambang, celurit, sepatu boot, dan jaket.

Aksi mereka merugikan korban hingga puluhan juta rupiah. Seorang peternak di Kecamatan Cibalong kehilangan dua ekor sapi betina dengan kerugian sekitar Rp50 juta. Para pelaku menjual ternak itu seharga Rp33 juta dan kemudian membagi hasilnya.


Ancaman Hukum dan Imbauan Polisi

Penyidik menjerat kedua pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang mengancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Polisi terus mengejar pelaku berinisial B yang kabur saat operasi penangkapan.

“Kasus pencurian ternak merugikan warga secara ekonomi sekaligus mengganggu rasa aman. Kami minta masyarakat lebih waspada dan segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan,” tegas AKP Ridwan.

Polres Tasikmalaya juga meningkatkan patroli di wilayah pedesaan yang rawan pencurian. Aparat berharap pengamanan ekstra ini mencegah terulangnya kasus serupa.


Dampak Bagi Peternak

Kasus pencuri hewan ternak di Tasikmalaya mengguncang kehidupan banyak peternak kecil. Mereka tidak hanya kehilangan aset berharga, tetapi juga merasa waswas menjaga mata pencahariannya.

Dengan tertangkapnya dua residivis ini, masyarakat berharap aksi pencurian ternak tidak lagi merajalela. Peternak juga mulai meningkatkan pengamanan kandang dengan gembok dan sistem penerangan tambahan.

Polisi menegaskan bahwa penangkapan ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk membongkar jaringan pencuri ternak yang mungkin lebih luas. (AC)

Related Articles

Back to top button