Berita Tasikmalaya

Pemusnahan Miras di Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Sampaikan Apresiasi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemusnahan miras di Kota Tasikmalaya dilakukan Polres Tasikmalaya Kota bersama Forkopimda, TNI, dan Satpol PP. Ribuan botol miras berbagai merek digilas menggunakan alat berat, disertai pemusnahan narkotika dan knalpot bising.

Ketua DPRD H. Aslim mengapresiasi langkah ini dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencapai target zero minol. Pemusnahan miras menjadi bukti komitmen memberantas penyakit masyarakat dan mewujudkan Kota Tasikmalaya yang aman serta bebas peredaran minuman keras.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kota Zero Minol

Polres Tasikmalaya Kota memimpin pemusnahan miras dengan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Satpol PP, dan berbagai unsur masyarakat. Aksi ini menjadi bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang digelar hampir setiap malam melalui patroli dan operasi cipta kondisi di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan botol miras dari berbagai merek dan jenis digilas menggunakan alat berat hingga hancur. Selain minuman keras, petugas juga memusnahkan barang bukti narkotika serta ratusan knalpot bising yang sebelumnya diamankan dalam operasi lapangan. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan bebas dari penyakit masyarakat.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas aparat. Menurutnya, pemusnahan miras yang dilakukan menjelang hari besar seperti HUT RI bukan hanya seremonial, tetapi bukti nyata keseriusan penegak hukum memberantas peredaran minuman keras.
“Ini agenda rutin yang harus kita dukung. Pemusnahan seperti ini menunjukkan komitmen aparat,” ujarnya.

Aslim berharap kegiatan pemusnahan miras terus dilaksanakan secara konsisten, hingga peredaran miras di Kota Tasikmalaya benar-benar hilang. Ia menegaskan, target zero minol hanya bisa tercapai melalui kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat di tingkat RT hingga RW harus bergerak bersama.
“Kita perlu koordinasi yang solid dari tingkat kota sampai akar rumput,” tegasnya.

Menurut Aslim, keberhasilan memberantas miras tidak hanya mengandalkan operasi gabungan, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat. Dengan partisipasi warga, mata rantai peredaran miras dapat diputus secara permanen. Ia menambahkan bahwa sinergi semua pihak adalah kunci menciptakan kondusivitas dan keamanan wilayah.

“Semua pihak harus bersatu untuk menghilangkan miras di Kota Tasikmalaya. Dengan begitu, kita bukan hanya menjaga generasi muda dari dampak buruknya, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai daerah yang aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Pemusnahan miras ini menjadi simbol perlawanan terhadap penyakit masyarakat sekaligus bukti komitmen aparat dalam menegakkan hukum. Dengan konsistensi dan kerja sama, visi Kota Tasikmalaya bebas minuman keras bukan sekadar slogan, melainkan target yang bisa diwujudkan. (Lintas Priangan/AB)

Related Articles

Back to top button