Panen Raya Jagung Tasikmalaya: Kolaborasi Polres dan Petani

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polres Tasikmalaya menegaskan komitmen mereka dalam mendukung swasembada pangan lewat kegiatan Panen Raya Jagung Tasikmalaya di Blok Sawah Lega, Kampung Tonjong, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja. Acara ini menghadirkan aparat kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani yang bergotong royong menjaga ketersediaan pangan.
Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Sukmawijaya, turun langsung memimpin kegiatan mewakili Kapolres AKBP Haris Dinzah. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan termasuk bagian dari keamanan nasional, sehingga Polri ikut bertanggung jawab menjaga sektor pertanian bersama masyarakat.
“Panen Raya Jagung Tasikmalaya membuktikan bahwa Polri tidak hanya menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga ikut memastikan masyarakat memperoleh kecukupan pangan,” ujar Sukmawijaya di hadapan para petani.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kabag SDM Kompol Asep Muslihat Sutarwan, Kabag Ops Kompol Glatiko Nagiewanto, unsur TNI, pemerintah kecamatan, dan kelompok tani Mekar Bakti. Mereka bersama-sama menanam, merawat, hingga memanen jagung sebagai bukti nyata sinergi di lapangan.
Sinergi Tasikmalaya dan Ciamis dalam Panen Raya Jagung
Semangat Panen Raya Jagung Tasikmalaya juga menginspirasi wilayah sekitar. Polres Ciamis bergerak bersama kelompok tani Mekar Bakti dan berhasil memanen jagung kuartal III dengan hasil menggembirakan. Aparat setempat sebelumnya menyalurkan lebih dari 16 ton benih jagung ke 27 kecamatan melalui 17 polsek, lalu mendampingi petani hingga masa panen.
Petani menanam bibit unggul NK306 dengan pola pemupukan berimbang. Hasilnya, lahan menghasilkan jagung lebih produktif dibanding musim sebelumnya. Kapolres Ciamis AKBP Akmal menegaskan bahwa Polri ingin hadir bukan hanya ketika menjaga keamanan, tetapi juga saat membantu petani mengamankan perut keluarganya.
“Kami ingin masyarakat melihat Polri sebagai mitra, bukan sekadar aparat. Melalui Panen Raya Jagung Tasikmalaya dan Ciamis, kami membantu petani agar hasil panennya meningkat,” kata Akmal.
Sinergi ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian bisa berperan lebih luas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kehadiran mereka di sawah memberi semangat tambahan bagi petani untuk terus berproduksi.
Catatan Akhir
Kegiatan Panen Raya Jagung Tasikmalaya menegaskan bahwa ketahanan pangan lahir dari kolaborasi. Polri, TNI, pemerintah daerah, dan kelompok tani bergerak bersama menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga. Dengan kerja kolektif seperti ini, peluang menuju swasembada pangan nasional semakin terbuka.
Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan fluktuasi ekonomi, kerja sama lintas sektor menjadi kunci. Tasikmalaya dan Ciamis sudah memberi contoh bagaimana sinergi mampu melahirkan panen melimpah sekaligus harapan baru bagi petani dan masyarakat luas. (GPS)



