Otong Koswara: “Meski Aming Turun Tangan, Ade Tak Akan Mudah Dikalahkan”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suhu politik di Kabupaten Tasikmalaya memanas. Bagaimana tidak, menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang atau PSU, kabupaten ini menarik perhatian para politisi regional dan nasional. Kubu Cecep-Asep diprediksi akan mendapat perhatian penuh dari H. Amir Mahpud, Ketua Gerindra Jawa Barat. Kang Dedi Mulyadi, politisi Sunda yang saat ini tengah menjabat Gubernur Jawa Barat pun turut meramaikan panggung PSU Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan politisi nasional sekelas Bahlil Lahadalia, sudah sempat menyambangi jagoannya, Iwan Saputra yang diusung Partai Golkar. Belum lagi dengan puluhan testimoni artis dan tokoh masyarakat lainnya.
Tensi politik di Kabupaten Tasikmalaya juga semakin meningkat ketika Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, melaporkan wakilnya, Cecep Nurul Yakin, yang notabene salah satu kontestan, ke Polres. Pasalnya, Cecep diduga telah memalsukan surat dan tanda tangan Ade Sugianto sebagai Bupati Tasikmalaya. Sebelumnya, beberapa kabar tentang laporan pengaduan sudah sempat terjadi. Mulai dari laporan netralitas ASN, hingga dugaan persekongkolan dana hibah yang kabarnya membuat beberapa tokoh pesantren Kabupaten Tasikmalaya harus memenuhi panggilan Polda Jabar.
Situasi terkini di Kabupaten Tasikmalaya mengundang komentar salah seorang tokoh politik Tasikmalaya, Drs. H. Otong Koswara, M.Si. Menurut tokoh yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini, meski H. Amir Mahpud dan tokoh lainnya terjun ke Kabupaten Tasikmalaya, kekuatan Ade tak akan mudah dikalahkan.
“Saya pernah baca berita dan lihat di medsos, Pak Amir Mahpud akan fokus untuk pemenangan paslon yang diusung Gerindra di Kabupaten Tasikmalaya. Kalau tidak salah, sudah ada juga pengkondisian jaringan karyawan Primajasa ya. Namun sejauh amatan saya, meski beliau terjun langsung, kekuatan Pak Ade Sugianto tak akan mudah untuk dikalahkan,” kata Otong kepada Lintas Priangan, Sabtu (12/04/2025).
Tentunya, Otong punya alasan kenapa ia berkeyakinan seperti itu. Menurut tokoh yang saat ini lebih sibuk menjadi pimpinan Pesantren Tarbiyatul Ummah ini, setidaknya ada empat alasan kenapa Ade Sugianto tak akan mudah dikalahkan, meskipun Amir Mahpud turun tangan.
“Pertama, saya cermati, dan saya juga sempat komunikasi dengan beberapa pejabat ASN dan kepala desa, ternyata hati mereka condong ke Pak Ade. Meski sekarang Pak Ade digantikan istrinya, Bu Ai, saya kira pengaruh Pak Ade masih sangat kuat. Apalagi, ada kesan di masyarakat kalau Pak Ade ini sedang menjadi pihak yang terdzalimi karena didiskualifikasi,” papar Otong.
Lalu alasan kedua menurut Otong, Ade Sugianto berhasil membantun citra bahwa dia cocok untuk Kabupaten Tasikmalaya. Meskipun berasal dari partai nasionalis-sosialis, yakni PDIP, Ade Sugianto bisa mengidentifikasikan dirinya dengan karakter Tasikmalaya yang religius islami.
“Sampai-sampai ada tokoh pesantren yang bilang sama saya, Pak Ade itu PDIP Syariah katanya. Saya juga pernah dengar, Pak Ade itu kurang suka kalau ada pejabat yang bertamu di luar jam kerja mengenakan baju merah. Hal-hal sepele seperti ini sudah lama dibangun oleh Pak Ade, dan saya kira beliau cukup berhasil,” tambah Otong.
Alasan ketiga, sosok calon Wakil Bupati Tasikmalaya yang saat ini menjadi jagoan Ade Sugianto, akan memberikan kontribusi yang signifikan.
“Alasan ketiga ini mungkin subjektif sekali ya. Tapi Kang Iip itu sosok yang karakternya mudah dekat dengan rakyat. Ia juga ramah, santun, dan tentu saja kalau masalah religius sudah tidak perlu dibahas. Karakter Kang Iip ini saya kira sangat disukai masyarakat. Sosok yang selalu tenang. Silahkan perhatikan, dalam situasi apapun, Kang Iip ini tidak pernah terlepas dari senyum. Dan itu saya kira natural, tidak dibuat-buat. Jejaring dan karakter pribadi Kang Iip saya yakin sangat signifikan, sekaligus menjadi pelengkap bagi Bu Ai yang bukan berasal dari partai berbasis islam.”
Selanjutnya alasan terakhir, menurut Otong, jangan kesampingan pertimbangan jam terbang dan pengalaman. Meski Aming saat ini sedang menjadi bintang, tapi kalau pengalaman politik praktis, Ade Sugianto tak bisa dipandang sebelah mata.
“Pak Aming sekarang sedang jadi bintang. Tapi Pak Ade terjun di politik praktis bukan kemarin sore. Dia sudah jadi politisi sejak Kota Tasikmalaya belum lahir. Dalam amatan saya, Pak Ade sangat piawai memilih momentum,” tambah Otong.
Perihal momentum ini, Otong mencontohkan tentang peristiwa teranyar, ketia Ade melaporkan Cecep ke Polres. Menurut Otong, Ade selalu memih momentum yang pas.
“Kenapa dilaporkannya sekarang? Padahal, indikasi dan dugaannya kan sudah cukup lama. Pak Ade itu cerdas memilih momentum. Dia maju satu langkah ketika atmosfernya memang sedang sangat mendukung langkah tersebut,” ujar Otong.
Namun begitu, masih menurut Otong, dalam politik, tentu tak bisa membuat hitungan di atas kertas jadi jaminan.
“Yang tadi saya paparkan itu dari kacamata saya pribadi, tentu sangat mungkin meleset. Yang pasti, apapun nanti hasilnya, insha Alloh menjadi yang terbaik untuk Kabupaten Tasikmalaya ke depan,” pungkas Otong. (Lintas Priangan/MAT)



