Berita Garut

Banjir Bandang di Garut, Ratusan Rumah Terendam Hingga Satu Meter

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Banjir bandang di Garut kembali menerjang wilayah Kecamatan Banyuresmi pada Kamis (30/10/2025) sore. Hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam membuat sejumlah sungai di kawasan tersebut meluap. Air bah datang tiba-tiba, menyapu halaman rumah dan jalan desa dengan derasnya arus yang membawa lumpur serta sampah.

Peristiwa banjir bandang di Garut ini membuat warga di beberapa kampung panik. Banyak yang berlarian menyelamatkan diri dan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Sejumlah titik di Desa Sukalaksana, Sukaratu dan Binakarya menjadi lokasi paling parah terdampak. Warga menyebut air datang cepat setelah saluran air tak mampu lagi menahan debit yang meningkat.

Seorang warga, Gunawan (48), menuturkan, air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB. “Awalnya cuma di halaman, nggak lama langsung naik ke dalam rumah. Cepat banget, cuma setengah jam udah sepinggang,” ujarnya.

Menurut laporan dari BPBD Garut, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan air dari Sungai Cikeruh dan beberapa anak sungai di sekitarnya. Arus yang deras membawa material lumpur sehingga mempercepat genangan. Akibatnya, ratusan rumah warga di Banyuresmi terendam.


Tinggi Air Capai 1 Meter, Warga Mulai Bersih-Bersih Rumah

Hingga Jumat pagi (31/10/2025), kondisi di lokasi banjir bandang di Garut mulai berangsur surut. Namun genangan air setinggi 50 hingga 100 sentimeter masih terlihat di beberapa titik. Data terbaru yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Garut mencatat, sedikitnya ratusan rumah terendam hingga ketinggian 1 meter.

Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi akses jalan desa dan fasilitas umum. Beberapa sekolah dasar dilaporkan masih belum bisa beroperasi karena lumpur menutupi halaman dan ruang kelas. “Petugas dan warga pagi ini fokus memastikan tidak ada warga yang terjebak dan membersihkan lumpur,” terang Gunawan.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan relawan terus dikerahkan untuk membantu warga. Petugas menyalurkan bantuan darurat seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut. Sejumlah warga juga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat karena rumah mereka belum bisa ditempati.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material diperkirakan cukup besar. Banyak perabot rumah tangga yang rusak terendam air. Beberapa warga juga mengeluhkan rusaknya dokumen penting dan alat elektronik.

“Yang paling berat itu bersihin lumpur. Kalau airnya cepat surut, lumpurnya nggak. Bau banget,” kata Neni (38), warga lainnya sambil menimba air dari ruang tamu rumahnya.


Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Susulan

Pihak BMKG melalui Stasiun Klimatologi Bandung mengingatkan bahwa wilayah Garut bagian tengah dan selatan masih berpotensi diguyur hujan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir bandang di Garut susulan, terutama di daerah dengan kontur rendah seperti Banyuresmi dan sekitarnya.

“Curah hujan masih tinggi. Himbauan dari BPBD Kabupaten Garut, masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai,” ujar Cepi Munawar, Kepala Desa Sukalaksana.

Sementara itu, pemerintah daerah berencana memperbaiki sistem drainase di kawasan Banyuresmi agar banjir bandang tidak kembali terulang. Kepala Desa Sukalaksana, Cepi Munawar, menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membersihkan saluran air yang tersumbat dan memperkuat tanggul sungai.

“Banjir kali ini jadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ucapnya.

Peristiwa banjir bandang di Garut ini kembali menunjukkan betapa rapuhnya sistem tata air di wilayah tersebut. Warga berharap ada solusi jangka panjang, bukan hanya pembersihan darurat setiap kali air meluap. (GPS)

Related Articles

Back to top button