Mosi Tidak Percaya Viman Jadi Tagar Aksi Sapma PP Kota Tasikmalaya

“Tasik Usik: Tasikmalaya Darurat Kebijakan”
Dalam aksi yang akan digelar tersebut, massa Sapma PP Kota Tasikmalaya dijadwalkan bergerak dari kawasan Dadaha sebagai titik awal. Selanjutnya, massa akan melintasi Jalan HZ, menuju bunderan By Pass, kemudian masuk ke jalur Cilembang, dilanjutkan ke kawasan Rancabango, sebelum akhirnya tiba di Balai Kota Tasikmalaya sebagai titik akhir aksi.
Khadapi menyebutkan, peserta aksi akan berasal dari pengurus dan anggota Sapma PP Kota Tasikmalaya. Selain itu, dukungan juga akan datang dari perwakilan Sapma PP wilayah Priangan Timur sebagai bentuk solidaritas terhadap gerakan yang diinisiasi di Kota Tasikmalaya.
Tak hanya dari internal Sapma PP, sejumlah organisasi lain juga dikabarkan akan turut bergabung dalam aksi tersebut. Salah satunya adalah Arkyliz, yang disebut telah menyatakan kesiapan untuk ikut turun ke jalan.
“Estimasi peserta sekitar 250 orang. Itu belum termasuk elemen masyarakat umum,” kata Khadapi.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir Sapma PP Kota Tasikmalaya menerima banyak pesan melalui akun media sosial mereka. Sejumlah warga mengaku ingin ikut serta dalam aksi karena merasa memiliki keresahan yang sama terhadap kondisi kebijakan di daerah.
Adapun grand isu yang diusung dalam aksi ini bertajuk “Tasik Usik: Tasikmalaya Darurat Kebijakan”. Isu tersebut, menurut Sapma PP, mencerminkan akumulasi kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak pada kepentingan publik secara luas.
Khadapi menegaskan, Mosi Tidak Percaya Viman yang digaungkan melalui tagar dan aksi ini merupakan bentuk tekanan moral dan politik. Menurutnya, ia menilai suara publik yang disampaikan secara terbuka dan terorganisir patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menjelang genap satu tahun masa kepemimpinan Viman–Diky, aksi Sapma PP Kota Tasikmalaya ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan publik sedang diuji. Bukan semata soal jumlah massa yang turun ke jalan, melainkan tentang tuntutan agar kebijakan dan komunikasi pemerintahan lebih responsif terhadap aspirasi warga Kota Tasikmalaya. (AS)
Berita terkait:
- Ketua STIA Tasikmalaya: Spanduk di Balai Kota Bukan Pelemahan DPRD
- Tasik Haneut: dari Aksi Massa, Spanduk Balai Kota, sekarang Mosi Tak Percaya
- Fenomena Spanduk di Balai Kota Tasikmalaya, Dosen UNIK Soroti Peran DPRD
- Sekum HMI: Fenomena Spanduk di Balai Kota Tasikmalaya Bisa Picu Eskalasi
- 5 Masalah Krusial dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman



