KOHATI–KOPRI Bergerak, Kawal Kasus Pacar 1 Jam di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Perbincangan publik soal Pacar 1 Jam di Tasikmalaya belum mereda. Kasus yang bermula dari video konten kreator itu telah melewati beberapa fase penting: viral di media sosial, menuai kecaman warganet, dilaporkan ke kepolisian, hingga direspons langsung oleh pembuat konten melalui klarifikasi dan permintaan maaf. Namun, di tengah dinamika tersebut, satu hal menjadi semakin jelas: perkara ini tidak lagi dipandang sebagai sekadar kegaduhan digital.
Konten yang melibatkan pelajar SMA dengan iming-iming uang dan fasilitas itu telah membuka diskusi lebih luas tentang keselamatan anak di ruang publik dan ruang digital. Sejumlah organisasi perempuan dan mahasiswa di Tasikmalaya menilai kasus Pacar 1 Jam di Tasikmalaya sebagai alarm sosial, bahwa praktik yang dibungkus hiburan bisa berujung pada relasi tidak sehat, manipulatif, dan berisiko bagi anak di bawah umur.
Setelah sebelumnya organisasi perempuan menyuarakan kecaman, kini pengawalan kasus tersebut memasuki tahap yang lebih konkret. KOHATI (Korps HMI-Wati) dan KOPRI (Korps PMII Putri) Kota Tasikmalaya menyatakan sikap tegas dan bergerak bersama untuk mengawal kasus ini agar tidak berhenti di klarifikasi atau permintaan maaf semata.
Halaman berikutnya:
KOHATI-KOPRI Tegaskan Sikap dan Siap Mengawal



