Berita Tasikmalaya

Klarifikasi Shandy Logay, Pembuat Video ‘Pacar 1 Jam’ di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus video pacar 1 jam di Tasikmalaya yang viral sejak 23 Januari 2026 terus menjadi perhatian publik. Konten tersebut menuai kecaman luas karena melibatkan pelajar SMA dan memunculkan kekhawatiran akan praktik child grooming. Ribuan komentar warganet membanjiri media sosial, mendorong isu ini bergeser dari sekadar kontroversi konten menjadi persoalan serius yang berujung pada laporan resmi ke kepolisian.

Di tengah sorotan itu, Shandy Logay, kreator pembuat video tersebut, akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan klarifikasi yang dipublikasikan beberapa hari setelah video viral, Shandy Logay menjelaskan versi kronologis pembuatan konten sekaligus menyampaikan sikapnya atas kegaduhan yang terjadi di ruang publik.

Klarifikasi Shandy Logay ini muncul setelah tim kuasa hukum korban melaporkan dugaan eksploitasi dan pelecehan anak ke Polres Tasikmalaya Kota. Dengan demikian, pernyataan tersebut menjadi respons personal kreator di tengah proses hukum yang masih berjalan dan perhatian publik yang belum mereda.

Kronologi Versi Kreator

Dalam klarifikasinya, Shandy Logay menjelaskan bahwa konten pacar 1 jam di Tasikmalaya berawal dari kerja sama promosi dengan sebuah brand minuman. Ia mengaku bertemu dengan sekitar empat hingga lima pelajar SMA di sebuah minimarket di wilayah Kota Tasikmalaya. Setelah berdialog, konsep video disampaikan secara langsung, dan sebagian dari mereka menyatakan bersedia terlibat.

Baca Berita Tasikmalaya sebelumnya: Kasus Child Grooming: Video Sewa Pacar di Tasikmalaya Viral!

Ia juga menguraikan adanya pemberian uang dalam proses pembuatan konten tersebut. Menurut pengakuannya, uang sebesar Rp50 ribu diberikan kepada salah satu pelajar sebagai bagian dari konsep awal, sementara Rp100 ribu ditawarkan kepada pelajar lain untuk berperan sebagai “pacar” selama satu jam sesuai skrip konten. Aktivitas kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke beberapa tempat makan dan minum di wilayah Kota Tasikmalaya.

Penjelasan ini disampaikan sebagai upaya menerangkan alur pembuatan konten dari sudut pandang kreator, sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

Halaman berikutnya: Permohonan Maaf ke Publik dan Orang Tua


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button