Ketika Ketua Gerindra Tasikmalaya Mengetuk Rumah Lansia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari itu, Kamis (05/02/2026). Kota Tasikmalaya tidak diramaikan oleh spanduk besar atau panggung megng. Justru di gang-gang sempit dan rumah-rumah sederhana, aksi penuh arti sedang terjadi. Ya, padahal di hari itu, partai politik terbesar di negeri ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-18. Dan Gerindra Tasikmalaya memilih cara yang berbeda untuk merayakan usia: turun langsung menemui para lansia di rumah mereka.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, H. Aslim, melangkah dari pintu ke pintu. Bukan satu dua rumah. Ada sekitar 40 lansia yang disambangi, satu per satu, tanpa seremoni, tanpa jarak. Setiap rumah diketuk dengan cara yang sama, pelan, sopan, dan penuh hormat.
Di salah satu sudut Kota Tasikmalaya, Ibu Juju menyambut dengan senyum yang merekah. Usianya sudah lanjut, langkahnya tidak lagi gesit, tetapi raut wajahnya berubah cerah ketika Aslim datang. Ia bercerita tentang masa lalu yang masih sering ia rindukan, tentang hari-hari ketika rumahnya dipenuhi suara keluarga. Kini rumah itu lebih sering sunyi, namun pagi itu terasa berbeda.
Di lokasi lain, Ibu Iah duduk tenang mendengarkan. Ketika mulai bicara, ceritanya mengalir pelan. Tentang tubuh yang kini mudah lelah, tentang nyeri yang datang hampir setiap malam, dan tentang usia yang mengajarkan sabar. Aslim, yang juga Ketua DPRD Kota Tasikmalaya itu, sama sekali tak banyak menimpali. Ia mendengarkan tanpa memotong, sesekali mengangguk, memberi ruang agar cerita itu tuntas.
Abah Oded menyambut dengan nada yang lebih ringan. Ia berbagi kisah hidup dengan cara sederhana, penuh penerimaan. Bagi Abah Oded, usia senja bukan lagi tentang mengejar banyak hal, melainkan tentang bersyukur atas apa yang masih bisa dijalani. Percakapan singkat itu berubah menjadi pertemuan hangat yang sulit dilupakan.
Dalam setiap kunjungan, santunan memang diberikan. Namun jelas terasa, yang lebih utama adalah kehadiran. Duduk sejajar, berbincang, dan mendengar. Tidak ada kesan tergesa. Waktu seolah melambat di ruang-ruang tamu kecil itu.
Bagi para lansia, kedatangan Ketua Gerindra Tasikmalaya bukan soal nilai bantuan. Yang mereka rasakan adalah perhatian. Bahwa di usia yang sering terpinggirkan, masih ada wakil rakyat yang mau datang, mengetuk pintu, dan mendengar cerita mereka secara langsung.
Haru pun muncul dengan sendirinya. Dalam genggaman tangan yang lama dilepas. Dalam mata yang berkaca-kaca. Dalam senyum yang berusaha tetap tegak meski usia kian renta.
➡️ Lanjutkan ke halaman berikutnya: Doa Lansia untuk Gerindra Tasikmalaya



