Keracunan MBG di SD Margamulya Tasikmalaya, Belasan Siswa Jadi Korban

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa keracunan MBG di SD Margamulya lagi-lagi mengusik ketenganan warga. Kali ini, giliran warga Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Belasan siswa di SD Negeri Margamulya mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) .
Menu MBG yang disajikan terdiri dari nasi goreng, ayam goreng, lalapan, dan jeruk. Beberapa warga menilai nasi goreng tampak lembek dan berbau tidak sedap sebelum disantap siswa.
Deni (36), warga yang tinggal tak jauh dari sekolah, menuturkan bahwa sejumlah siswa mulai mengeluh setelah menyantap menu MBG, yang menyajikan nasi goreng.
“Banyak yang bilang tadi, kemungkinan nasi gorengnya basi,” terang Deni kepada Lintas Priangan, Jumat (17/10/2025).
Menurut pengamatannya, guru segera mengevakuasi para siswa ke mushala sekolah agar mendapatkan pertolongan. Tim medis dari puskesmas datang membawa ambulans dan memberikan pemeriksaan cepat di lokasi. Sebagian siswa yang kondisinya lebih parah langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara yang lain diizinkan pulang setelah diperiksa.
Deni menilai penanganan pihak sekolah cukup cepat dan terkoordinasi. Namun ia menambahkan bahwa ia dan beberapa warga kini merasa semakin waswas terhadap kualitas makanan dalam program MBG. Setelah kejadian itu, pihak sekolah menghentikan sementara pembagian makanan dan menyerahkan sampel nasi goreng ke dinas kesehatan untuk diperiksa di laboratorium.
Warga Minta Pengawasan Diperketat
Peristiwa keracunan MBG di SD Margamulya menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan program makan bergizi di Tasikmalaya. Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan mulai dari proses masak, penyimpanan bahan makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Warga lainnya, Entin (49), mengakui bahwa program MBG pada dasarnya bermanfaat bagi siswa. Tapi, kalau harus mempertaruhkan keselamatan korban juga tentu membuat warga tidak bisa menerima.
Warga juga berharap penyedia MBG di lapangan mendapat pelatihan tentang standar keamanan pangan. Mereka menilai kejadian keracunan MBG di SD Margamulya bisa menjadi peringatan agar tidak ada lagi siswa yang jatuh sakit akibat makanan dari program pemerintah.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan kini memeriksa sampel makanan dan menelusuri rantai penyediaan bahan baku dari dapur MBG. Hasil laboratorium akan menjadi acuan untuk menentukan langkah selanjutnya. (EH)



