Guru SMAN Manonjaya Dapatkan Kembali Motor yang Hilang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Air mata Mella Lisianti Gustiar (35) tak bisa dibendung ketika sebuah kabar datang menghampiri: motor yang sempat hilang akhirnya kembali. Bagi Mella, seorang Guru SMAN Manonjaya, motor itu bukan sekadar kendaraan. Ia baru saja membelinya beberapa minggu sebelum raib digondol maling. Rasa sedih yang selama ini menghantui akhirnya berubah menjadi haru ketika aparat kepolisian mengembalikannya.
Mella masih mengingat jelas pagi buta 8 September 2025. Hari itu, sekitar pukul 03.00 dini hari, ia terperanjat saat mendapati motor yang diparkir di teras rumah sudah tak ada. Rumah sederhana di kawasan Manonjaya itu memang tak memiliki pagar, membuat siapa pun bisa leluasa masuk. “Rasanya seperti tertusuk. Motor itu hilang begitu saja,” katanya lirih.
Hari-hari setelahnya berjalan berat. Ia tetap berusaha tegar di depan para muridnya, menyembunyikan rasa kehilangan di balik senyum. Namun, setiap kali pulang ke rumah, ia selalu teringat pada kendaraan yang seharusnya menjadi teman setia mengantarnya mengajar. “Saya sempat berpikir motor itu tidak akan kembali. Pasrah saja, meskipun masih terasa perih karena belum lama dibeli,” ucapnya.
Beberapa minggu kemudian, harapan yang sempat padam kembali menyala. Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor yang beraksi di wilayah hukum mereka. Dari tangan para pelaku, motor milik Mella berhasil ditemukan. Meski kondisinya sudah dimodifikasi, bagi Mella, itu tetap sebuah anugerah.
“Waktu diberitahu motor saya ketemu, saya langsung menangis. Tidak percaya rasanya. Terima kasih kepada kepolisian yang sudah bekerja keras,” ungkap Guru SMAN Manonjaya itu dengan wajah penuh rasa syukur.
Kebahagiaan itu disertai pula rasa lega. Baginya, yang kembali bukan hanya motor, melainkan juga rasa aman yang sempat hilang. “Saya melihat polisi benar-benar hadir untuk masyarakat. Kasus ini membuktikan kalau mereka serius mengayomi,” tambahnya.
Meski begitu, Mella tidak ingin peristiwa ini berlalu tanpa makna. Ia mengingatkan warga lain agar lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan. “Saya lalai, memarkir motor di teras tanpa pagar. Hilangnya motor ini jadi pelajaran berharga buat saya dan semoga juga untuk orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, polisi menyatakan telah mengamankan dua tersangka, UB (43), warga Manonjaya, dan HI (24), warga Cikalong. Keduanya diduga bagian dari sindikat curanmor yang sudah beraksi sejak pertengahan Mei hingga September 2025. Dua tersangka lain masih buron dan kini dalam pengejaran.
Kisah kehilangan dan kembalinya motor Mella menorehkan jejak emosional yang tak akan dilupakannya. Motor itu kini punya nilai lebih dari sekadar alat transportasi. “Perjalanan untuk mendapatkannya kembali membuat saya lebih menghargai apa yang saya miliki. Motor ini akan saya jaga baik-baik,” tuturnya pelan. (AB)



