Berita Tasikmalaya

Hari Ini: Gibran Jenguk 2 Aset PAD Kota Tasikmalaya yang Kritis

Gibran Jenguk 2 Aset PAD Kota Tasikmalaya yang Kritis

Dalam rangkaian kunjungannya di Kota Tasikmalaya, Wapres Gibran dijadwalkan meninjau RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk. Dua lokasi ini bukan hanya fasilitas publik, tetapi juga selama bertahun-tahun dikenal sebagai aset strategis penghasil PAD Kota Tasikmalaya.

RSUD dr. Soekardjo merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Priangan Timur. Dari sisi fiskal, sektor layanan kesehatan selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit daerah ini menghadapi tekanan serius, mulai dari penurunan pendapatan jasa layanan kesehatan, tingginya beban operasional, hingga persoalan arus kas. Kondisi tersebut menempatkan RSUD dr. Soekardjo dalam situasi yang kerap disebut “kritis tapi tetap dipaksa berjalan”.

Baca juga: Dua Mesin PAD Kota Tasikmalaya di Ambang Kebangkrutan

Usai dari rumah sakit, Wapres Gibran dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Pasar Cikurubuk, pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya. Pasar yang berdiri sejak sekitar 1996 ini memiliki ribuan kios dan selama puluhan tahun menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat sekaligus penopang PAD daerah. Namun kondisi terkini jauh dari ideal. Sekitar separuh kios dilaporkan tidak lagi beroperasi, aktivitas jual beli menurun, dan pasar semakin kehilangan denyut ekonominya.

Kunjungan Wapres ke dua titik tersebut dinilai sarat makna. Di satu sisi, RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk adalah tulang punggung layanan publik dan ekonomi daerah. Di sisi lain, keduanya tengah menghadapi persoalan serius yang berdampak langsung pada PAD Kota Tasikmalaya.

Setelah menyelesaikan agenda di Kota Tasikmalaya, Wapres Gibran dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dengan agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren Cipasung serta peninjauan sentra kerajinan Rajapolah.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, kunjungan hari ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas kenegaraan. Banyak pihak menaruh harapan agar perhatian pemerintah pusat terhadap dua aset PAD Kota Tasikmalaya yang sedang kritis ini tidak berhenti pada kunjungan simbolik, melainkan berlanjut pada langkah konkret untuk penyelamatan dan pemulihan. (AS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button