Berita Bandung

Tol Dalam Kota Bandung: Digagas Sejak 1996, Kini Masuk PSN Prabowo

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Setelah hampir tiga dekade hanya menjadi rancangan di meja perencana, proyek Tol Dalam Kota Bandung akhirnya mendapat angin besar. Pemerintah menetapkan proyek ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Permenko Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Status baru ini membuat rencana pembangunan yang digagas sejak 1996 itu masuk ke jalur percepatan, meski sejumlah tahap kajian masih terus bergulir.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), menegaskan bahwa Tol Dalam Kota Bandung saat ini berada dalam proses penyelesaian readiness criteria. Dokumen inilah yang menjadi syarat awal sebelum proyek masuk ke tahap pembiayaan dan konstruksi.

Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa readiness criteria mencakup rangkaian kajian dari feasibility study (FS) hingga desain dasar. “Itu dokumen yang melihat mulai dari FS sampai basic design,” ujar Wilan di Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia menambahkan, meski status proyek sudah naik kelas, pemerintah tetap berhati-hati agar keputusan yang keluar benar-benar matang.

Kajian yang Masih Berjalan

Saat ini, proses penyusunan readiness criteria ditangani oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU. Di tahap inilah pemerintah menguji berbagai aspek: dari kelayakan ekonomi, kebutuhan pembebasan lahan, hingga estimasi biaya.

Salah satu poin yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah penetapan trase. Wilan mengakui pemerintah belum bisa mempublikasikan jalur final karena masih dalam pembahasan intensif. “Output-nya untuk menentukan kebutuhan pembebasan tanah dan konstruksi. Itu sangat mempengaruhi biaya. Jadi belum ada trase yang fix,” jelasnya.

Sementara itu, nilai investasi proyek yang sebelumnya tercatat mencapai Rp7,83 triliun—berdasarkan catatan Kemenko Perekonomian, masih menjadi acuan sementara. Pemerintah membuka opsi penyesuaian angka tersebut setelah kajian selesai.

Dua Segmen Utama dan Rute yang Pernah Dirancang

Tol Dalam Kota Bandung terdiri dari dua bagian besar: Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dan North South Link. Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebutkan kedua segmen itu menjadi paket pembangunan yang saling terhubung. BIUTR sendiri direkomendasikan oleh Kementerian PUPR sebagai prioritas awal.

BIUTR diproyeksikan menghubungkan kawasan Pasteur menuju Cileunyi, melintasi koridor Jalan PHH Mustofa, Jalan A.H. Nasution, hingga bertemu Jalan Raya Bandung–Sumedang. Rencana lama juga menyebutkan adanya percabangan di Ujung Berung yang mengarah ke Gedebage, sehingga terhubung langsung dengan Tol Padalarang–Cileunyi.

Rancangan ini bukan hal baru. Sejak 1996, gagasan tol dalam kota muncul sebagai jawaban atas kemacetan yang sudah terasa di beberapa titik Bandung. Namun, berbagai kendala—mulai dari keterbatasan anggaran, prioritas pembangunan lain, hingga birokrasi—membuat proyek ini tak kunjung bergerak. Dengan masuknya proyek ke daftar PSN, pemerintah berharap hambatan-hambatan tersebut bisa didorong untuk lebih cepat diselesaikan.

Harapan untuk Mobilitas Bandung

Jika terealisasi, Tol Dalam Kota Bandung akan menjadi koridor penting yang bisa mengurangi beban lalu lintas di jalur utara–timur Bandung. Mobilitas dari pusat kota ke kawasan pendidikan, industri, hingga perumahan di timur Bandung diperkirakan menjadi lebih lancar.

Namun, masyarakat masih harus bersabar. Status PSN memang membuka jalur percepatan, tetapi tahapan teknis seperti trase, pembebasan lahan, dan desain konstruksi tetap harus dilalui dengan cermat. Pemerintah belum menyampaikan kapan proyek akan memasuki fase pembangunan fisik, meski tanda-tanda menuju ke sana mulai terlihat.

Bagi Bandung, yang nyaris setiap hari diuji oleh padatnya arus kendaraan, proyek ini kembali menghadirkan harapan lama: satu infrastruktur yang bisa membantu kota bergerak lebih cepat tanpa terjebak dalam simpul kemacetan yang menua.

Dan setelah hampir 30 tahun menunggu, keputusan masuknya Tol Dalam Kota Bandung ke daftar Proyek Strategis Nasional menjadi penanda bahwa harapan itu kini punya peluang lebih nyata daripada sebelumnya. (GPS)

Related Articles

Back to top button