Berita Tasikmalaya

DR. Ade Komaludin tentang Spanduk Kritik: “Cari Win Win Solution”

Win-Win Solution dan Politik Simbolik

Lebih jauh, Ade Komaludin menjelaskan bahwa terdapat berbagai metode untuk meluruskan persoalan komunikasi antara masyarakat dan kepala daerah. Jalur yang tersedia antara lain kanal politik formal, mekanisme administratif melalui kementerian terkait, pendekatan personal dan kekeluargaan, hingga aksi demonstrasi. Setiap metode memiliki risiko yang berbeda-beda.

“Dengan pikiran rasional dan jernih, seharusnya pilihan jatuh pada metode dengan risiko paling kecil,” katanya.

Ia menilai, demonstrasi kerap dipilih karena memberi kepuasan emosional bagi sebagian kelompok. Namun di sisi lain, metode tersebut tidak selalu dinikmati oleh pihak yang menjadi sasaran kritik, sehingga berpotensi memperkeras suasana dan membuat komunikasi tidak efektif. Dalam teori penyelesaian konflik, pendekatan ideal justru mengarah pada win-win solution, di mana semua pihak merasa didengar dan memperoleh manfaat.

Ade Komaludin mendorong agar penyaluran aspirasi publik ke depan lebih mengedepankan cara yang humanis, demokratis, berlandaskan nilai keislaman, dan kekeluargaan. Pendekatan ini dinilai lebih berpeluang melahirkan keputusan yang cerdas, menyejukkan situasi, serta memulihkan kepercayaan publik.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan politik simbolik—seperti spanduk—tidak harus dimaknai sebagai pelemahan lembaga perwakilan. Pilihan tersebut kerap diambil ketika masyarakat menilai jalur tertentu lebih cepat menyampaikan pesan. Tantangannya, menurut dia, adalah bagaimana pemerintah merespons sinyal itu dengan dialog yang seimbang agar eskalasi kritik tidak berulang.

Dengan demikian, spanduk kritik di Balai Kota bukan sekadar ekspresi protes, melainkan cermin krisis komunikasi yang menuntut perbaikan mekanisme layanan dan dialog. Jika keseimbangan layanan terjaga dan respons hadir tepat waktu, ruang publik dapat kembali menjadi arena diskusi yang sehat, bukan panggung eskalasi. (AS)

Berita terkait:

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button