Doa Wakil Rakyat untuk Tasikmalaya di Depan Ka’bah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Langit Makkah menjelang senja selalu menghadirkan nuansa yang sulit dilukiskan. Di antara jutaan peziarah yang memadati Masjidil Haram, satu sosok dari Kota Tasikmalaya tengah memejamkan mata, menengadahkan tangan, dan membisikkan harapannya kepada Sang Pemilik Ka’bah. Ia adalah H. Aslim, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, yang tahun ini tengah menjalankan ibadah haji—sebuah perjalanan suci yang telah ia nanti selama lebih dari satu dekade.
“Alhamdulillah, setelah 11 tahun menunggu, tahun ini saya mendapat panggilan itu juga,” ucap H. Aslim dengan nada haru saat dihubungi Lintas Priangan via sambungan telepon, Sabtu (31/05/2025), WIB.
Ia berangkat dari Kota Tasikmalaya pada 14 Mei 2025, bersama 431 jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter 27. Bagi pria yang dikenal santun dan bersahaja ini, keberangkatan ke Tanah Suci bukan hanya peristiwa pribadi, tetapi juga momen batiniah yang sarat makna bagi kota yang dicintainya.
Sejak di dalam pesawat yang membawanya meninggalkan tanah air, H. Aslim mengaku niatnya sudah bulat: menunaikan haji sebaik-baiknya, dan menyisipkan doa khusus bagi Kota Tasikmalaya.
“Saya datang ke sini sebagai pribadi, tapi saya membawa cinta saya untuk Tasikmalaya. Rasanya tidak lengkap kalau saya tidak memohonkan kebaikan untuk kota dan masyarakat yang selama ini memberi saya amanah,” ujarnya.
H. Aslim menyebutkan, salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika berada di Multazam—sebuah tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah yang disebut-sebut sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa.
“Saya teringat sebuah hadits Nabi yang menyebut bahwa Multazam adalah tempat di mana doa tak tertolak. Maka saya tak ragu meminta kepada Allah, semoga Kota Tasikmalaya selalu aman, tentram, dijauhkan dari perpecahan, dan diberi pemimpin-pemimpin yang adil,” tuturnya.
Di tengah padatnya rangkaian ibadah, H. Aslim tetap menyempatkan diri menjalin komunikasi dengan keluarga dan kolega di tanah air. Ia mengatakan, semangat kebersamaan sangat terasa di antara jemaah satu kloter, apalagi sebagian besar berasal dari daerah yang sama.
“Kami saling bantu, saling menguatkan. Ada semangat ukhuwah yang membuat ibadah ini terasa lebih ringan dan bermakna,” katanya.
Jika mengacu pada jadwal, H. Aslim dan rombongan direncanakan akan kembali ke Indonesia pada tanggal 24 Juni 2025. Namun, lebih dari sekadar tanggal kepulangan, ia berharap dirinya bisa pulang dengan hati yang lebih bersih dan tekad yang lebih kuat untuk membangun Kota Tasikmalaya.

Melalui Lintas Priangan, H. Aslim juga menitipkan salam dan doa untuk seluruh warga Tasikmalaya. Ia memohon agar masyarakat berkenan mendoakan dirinya dan seluruh jemaah asal Indonesia, agar diberi kekuatan dalam menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur.
“Haji bukan hanya soal ritual, tapi juga tentang perubahan hati dan niat. Semoga sekembalinya nanti, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan bisa terus mengabdi untuk Tasikmalaya dengan sepenuh hati,” ucapnya menutup percakapan.
Di pelataran suci yang menjadi pusat dunia Islam, doa seorang putra daerah Tasikmalaya terbang menembus langit. Mewakili ribuan harapan warganya, ia tak sekadar menunaikan rukun Islam yang kelima, tetapi juga merangkai harapan besar: agar tanah kelahirannya tetap menjadi kota yang damai, sejahtera, dan penuh berkah. Aamiin. (Lintas Priangan/AA)



