Peringatan RSUD soal Child Grooming di Tasikmalaya Benar-Benar Terjadi

RSUD dr. Soekardjo Sudah Mengingatkan Lebih Awal
Sekitar sepekan sebelum kasus ini viral, tepatnya pada 15 Januari 2026, akun media sosial resmi RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya mengunggah konten edukatif tentang child grooming. Tidak sensasional. Tidak menyebut kasus. Tidak menghakimi siapa pun. Isinya sederhana: mengenali tanda, memahami risiko, dan membuka akses layanan kesehatan jiwa bagi anak dan keluarga.
Baca berita terkait: Sepi padahal Berisi: Unggahan Akun Medsos RSUD dr. Soekardjo
Unggahan itu nyaris luput dari perhatian. Hanya segelintir tanda suka, tanpa perdebatan, tanpa komentar. Namun setelah peristiwa 23 Januari mencuat, unggahan tersebut terasa seperti peringatan dini yang ditanggapi sunyi.
Penting ditegaskan, RSUD dr. Soekardjo tidak sedang merespons kasus lokal tertentu saat itu. Pesan yang disampaikan bersifat preventif, bagian dari edukasi kesehatan jiwa dan perlindungan anak. Justru di situlah relevansinya hari ini. Rumah sakit daerah telah membaca isu lebih awal, sebelum publik dihadapkan pada kegaduhan dan proses hukum.
Dalam budaya digital yang kerap mengukur kepedulian dari angka dan keramaian, unggahan RSUD itu menunjukkan pendekatan berbeda. Tidak menunggu viral. Tidak menunggu laporan. Hanya memastikan bahwa ketika risiko muncul, layanan dan pengetahuan sudah lebih dulu tersedia.
Halaman berikutnya:
Child Grooming Jadi Isu Nasional



