Begini Komentar Pengamat Anggaran tentang Anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Terkait dengan anggaran perjalanan dinas atau Perjadin Kota Tasikmalaya tahun 2024 yang mencapai angka di atas Rp. 7,5 milyar, salah seorang pengamat anggaran pemerintah daerah, Nandang Suherman, turut angkat bicara. Menurut Pengajar di Sekolah Politik Anggaran (SEPOLA) Bandung ini, kalau anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya masih tinggi, berarti tidak memiliki korelasi yang positif dengan predikat SPBE yang diraih.
“Kebetulan saat ini saya sedang tidak memegang dokumen anggaran tersebut. Tapi intinya begini, kalau anggaran perjalanan dinasnya masih tinggi, berarti tidak ada korelasi dengan predikat SPBE Kota Tasikmalaya yang katanya sangat baik,” jelas Nandang, saat dihubungi Lintas Priangan melalui whatsapp, Rabu (08/01/2025).
Nandang melanjutkan, idealnya ketika predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik /SPBE-nya meningkat, seharusnya berdampak pada beberapa mata anggaran. Sebagaimana diberitakan pada Lintas Priangan beberapa waktu lalu, predikat SPBE Kota Tasikmalaya memang meningkat, menjadi “Sangat Baik”, dan menjadi daerah dengan indeks SPBE tertinggi dibanding dengan lima daerah lainnya di wilayah Priangan Timur.
“Mungkin ada kenaikan pada mata anggaran belanja internet misalnya. Saya kira itu wajar, karena SPBE-nya meningkat. Dan SPBE ini kan basisnya penggunaan internet sebagai medianya. Tapi idealnya, peningkatan SPBE ini harusnya berdampak pada penurunan beberapa mata anggaran. Bukan hanya anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya, tapi yang lainnya juga, misalnya anggaran belanja ATK, atau anggaran makan-minum rapat. Anggaran pada pos-pos tersebut seharusnya menurun karena sudah menerapkan sistem elektronik. Kegiatan yang sifatnya pertemuan fisik akan berkurang, karena sudah digantikan secara virtual,” terang Nandang.
Terlepas dari ada atau tidaknya korelasi antara anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya dengan predikat SPBE yang diraihnya, Nandang yang juga seorang peneliti senior di Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran atau FITRA ini, mengaku meragukan nilai perjalanan dinas yang di-publish oleh Lintas Priangan kemarin (Baca: “Rp. 7 Milyar Lebih, Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya”).
“Saya kok sedikit ragu ya. Coba jangan hanya menghitung pada menu swakelola, karena bukan mustahil ada belanja perjalanan dinas yang menggunakan skema lain, bukan swakelola maksudnya. Angkanya bisa lebih dari itu,” jelas Nandang.
Selain Nandang, pihak lain yang turut memberikan respon tentang anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya tahun 2024 adalah Dikri Rizki Ramadhan. Mahasiswa pascasarjana program studi Ilmu Administrasi Negara yang aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tasikmalaya ini mengaku akan mendalami masalah ini.
“Dalam dua-tiga hari ini, saya dan teman-teman akan mendalami dulu materi ini. Dokumen-dokumennya sedang kami kumpulkan untuk bahan kajian. Nanti bagaimana langkah selanjutnya, tergantung dari hasil pendalaman. Apakah angka tersebut wajar, atau perlu dipertanyakan. Kalaupun perlu dipertanyakan, apakah cukup melalui media, atau harus audiensi, atau kalau perlu kita gelar aksi. Nanti tergantung hasil kajian, ya,” tegas Dikri. (Deni Heryanto/Lintas Priangan)



