Nasional

Innalillahi, Kang Mus Preman Pensiun Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kabar duka datang dari dunia seni peran Indonesia. Epy Kusnandar, aktor senior yang melejit lewat tokoh Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun, meninggal dunia pada Rabu (3/12) pukul 14.24 WIB. Informasi kepergian sang aktor dikonfirmasi langsung oleh istrinya, Karina Ranau, melalui unggahan di media sosial.

“Telah berpulang ke Rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa,” demikian bunyi pengumuman keluarga yang beredar beberapa saat setelah kabar duka menyebar. Dalam unggahan itu, Karina juga menyampaikan alamat rumah duka di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sementara prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung Kamis (4/12) pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut.

Kepergian Epy membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, ia dikenal sebagai sosok yang penuh semangat, hangat, dan sering menghadirkan tawa lewat karakter Kang Mus—preman galak yang hatinya empuk pada anak buah dan keluarga. Tokoh itu begitu melekat sampai-sampai nama “Kang Mus” kerap dipanggilkan padanya di berbagai kesempatan.

Namun, kabar duka yang beredar saat ini belum dilengkapi dengan penjelasan detail mengenai penyebab kematiannya. Keluarga memilih fokus pada prosesi pemakaman dan meminta doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik.

Jejak Panjang Karier Epy di Dunia Akting

Nama Epy Kusnandar memang punya tempat istimewa di jagat hiburan. Pria kelahiran Garut, 1 Mei 1964 ini memulai perjalanan seninya sejak masih duduk di bangku SMA, ketika aktif di panggung teater. Kecintaannya pada dunia seni membuatnya melanjutkan studi ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), yang kemudian menjadi fondasi kuat teknik akting dan karier profesionalnya.

Epy benar-benar menjejak dunia akting televisi pada 1996 lewat sinetron 1 Kakak 7 Ponakan. Dari sana, tawaran demi tawaran berdatangan. Ia muncul di berbagai film, FTV, dan serial televisi, menjadikannya dikenal sebagai aktor dengan karakter kuat dan autentik. Pada Festival Film Indonesia 2012, ia bahkan menyabet penghargaan Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik.

Puncak popularitasnya tiba ketika Preman Pensiun mengudara. Lewat peran Kang Mus, Epy berhasil menciptakan figur yang keras namun manusiawi, lucu namun tetap tajam. Karakter itu menjadikannya figur fenomenal yang disukai penonton dari berbagai usia.

Selain berakting, Epy pernah merilis beberapa lagu, di antaranya Bukan Manusia Baja (2010) dan Cinta yang Terluka (2013). Meski tidak sepopuler kiprahnya di layar kaca, karya musiknya menunjukkan bahwa ia adalah seniman multidisiplin.

Pergulatan Kesehatan dan Jalan Hidup yang Berat

Selain prestasi, hidup Epy juga diwarnai ujian. Pada satu fase, kesehatannya sempat menurun drastis hingga dokter menyarankan operasi. Namun Epy dan istrinya memilih pengobatan alternatif, termasuk konsumsi akar sidaguri dan sarang semut. Pilihan itu diikuti keajaiban kecil: Epy melewati masa kritis dan mampu berkarya lebih dari satu dekade setelahnya.

Dalam beberapa wawancara, almarhum kerap bercerita tentang cara ia menghitung usia. Setiap tahun, ia merasa diberi kesempatan tambahan. Ada sisi humor halus ketika ia berkata, “Wah 53 nih sekarang, bakal mati nggak ya?” namun terselip juga keteguhan dan penerimaan yang dalam atas perjalanan hidupnya.

Pada Mei 2024, Epy kembali menjadi sorotan setelah ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkotika golongan I (ganja). Meski begitu, publik tetap melihatnya sebagai sosok seniman yang telah memberi banyak warna pada industri hiburan Indonesia.

Kini, kabar “Epy Preman Pensiun meninggal” mengalir cepat dan menyisakan duka mendalam. Keluarga, sahabat, rekan artis, hingga penonton yang tumbuh bersama karya-karyanya, merasakan kehilangan besar.

Selamat jalan, Kang Mus.
Terima kasih atas cerita dan tawa yang pernah kau bagikan pada pemirsa Indonesia.

Related Articles

Back to top button