Gara-Gara “Jalan Butut”, Anggota Dewan Sumedang Dicecar Warganet

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sebuah unggahan di Facebook memicu gelombang kritik warga terhadap seorang anggota DPRD Sumedang. Postingan yang muncul di salah satu grup warga Sumedang itu ramai dibahas sejak tadi malam, Sabtu (15/11/2025), setelah seorang pengguna bernama Al Ghifari membagikan foto kondisi jalan rusak parah yang disebut berada di depan rumah seorang anggota dewan.
Dalam foto itu tampak jalan berlubang besar, penuh genangan air, dan terlihat sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Al Ghifari menuliskan caption bernada satire:
“Enak bgt jln kota sumedang,, pdhl dpn rmh bu dewan,, gk jujur, udh dipake berkali2 jd dibuang,, tinggal ngisi ikan aja lumayan buat mancing hahaha.”
Unggahan tersebut sontak menarik perhatian. Meski baru delapan jam naik, hingga berita ini dibuat sudah lebih dari 50 komentar masuk, sebagian besar bernada keras dan mempertanyakan kinerja anggota DPRD yang disebut-sebut tinggal di lokasi itu.
Komentar Warganet: Dari Keluhan Serupa Hingga Sindiran Pedas
Yang menarik, sejumlah warganet mengaku mengalami kondisi serupa di daerah lain. Akun Bhu Thalyta Rashya menulis:
“Aya nu sami geuning sreng di dieu riwayatna jln payuneun dewan butut.”
Ia menyebut jalan di depan rumah anggota dewan di tempatnya juga rusak berat.
Komentar lain dari Wan Setiawan lebih panjang dan lebih pedas:
“Sarua jeung didieu baheula hareupeun dewan jln na ancur. Aya nu ngomong kmh bu jln meni ancur. Jawaban alus sanes bagian Abdi.”
Wan mengaku pernah menyampaikan keluhan langsung kepada seorang anggota dewan, namun mendapat jawaban, “Bukan bagian saya.”
Selain dua komentar yang memberi kesaksian serupa, mayoritas warganet lain memilih menyampaikan sindiran hingga kritik tajam. Beberapa komentar yang mencuri perhatian antara lain:
- “Gejala katarak dewan na.”
- “Waduh ternak lele mah bakal hade eta mah.”
- “Anggota dewana sibuk ngurusin gajih sorangan sieun hirup malarat jadi poho kana kawajiban rakyat.”
- “Bu dewana ker boke ceunah, pake mayaran bank emok, jeung jajan seblak, sesa modal nyalonkeun kamari.”
- “Dewan amis teh pas nyalonkeun, geus jadi mah poho bumi alam.”
Rangkaian komentar itu menunjukkan kekesalan publik yang menilai perbaikan jalan seringkali berjalan lambat, bahkan ketika berada di depan rumah pejabat sekalipun.
Lokasi Belum Jelas, Warga Menunggu Respons
Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai lokasi jalan yang muncul dalam unggahan tersebut. Tidak terlihat penanda yang menunjukkan titik persisnya, sementara sang pengunggah juga belum memberikan keterangan tambahan.
Pihak DPRD Sumedang pun belum memberikan respons resmi atas ramainya kritik ini. Namun warganet tampaknya menunggu tanggapan, terutama untuk memastikan apakah jalan tersebut benar berada di depan rumah seorang anggota dewan, dan kapan perbaikan bisa dilakukan.
Fenomena kritik terbuka semacam ini kembali menunjukkan bagaimana warga Sumedang memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan keluhan publik—terutama soal infrastruktur dasar yang menyangkut kepentingan bersama.



