Tragedi Bunuh Diri Akibat Judi Online Gegerkan Warga Sukaraja

Tragedi bunuh diri akibat judi online gegerkan Sukaraja. Warga diminta waspada dan segera cari bantuan jika alami tekanan mental.
lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Warga Kampung Cigadog, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial WS (35) yang ditemukan tewas tergantung di plafon toilet rumah mertuanya. Peristiwa mengenaskan ini diduga dipicu oleh lilitan utang akibat judi online, yang belakangan kian meresahkan masyarakat.
WS Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi
Ketua RT setempat, Usman, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini terungkap setelah mertua korban curiga karena WS terlalu lama berada di kamar mandi. Merasa ada yang tidak beres, sang mertua memanggil warga untuk membantu memeriksa. Namun, mereka tidak berani membuka paksa pintu dan akhirnya memutuskan menghubungi pihak kepolisian.
“Awalnya ada telepon dari warga yang melapor ada yang gantung diri. Ketika kami datang, pintu kamar mandi terkunci rapat, tapi ada celah kecil di mana tubuh korban terlihat tergantung. Setelah polisi tiba, pintu didobrak dan korban ditemukan sudah tak bernyawa, lidah menjulur, serta tubuh mulai menghitam,” ujar Usman, Minggu (28/9/2025).
Korban diketahui tinggal bersama istri dan mertuanya di rumah tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, WS tengah mengalami tekanan mental akibat utang menumpuk dari aktivitas judi online. Sang mertua sebelumnya bahkan sempat memberikan modal usaha percetakan agar WS bisa memulai usaha baru. Namun, modal tersebut dilaporkan habis tanpa pernah digunakan untuk usaha produktif.
Diduga Akibat Lilitan Utang Judi Online
Kecurigaan masyarakat semakin menguat karena korban beberapa kali terlihat didatangi oleh orang yang diduga penagih utang (debt collector). Tekanan ini diyakini menjadi faktor utama yang mendorong WS mengakhiri hidupnya.
Tim Inafis Polres Sukabumi Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah. Untuk kepentingan autopsi dan visum, jenazah WS dibawa ke RSUD Syamsudin SH. Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih mendalami motif pasti, namun dugaan keterkaitan dengan judi online menjadi fokus penyelidikan.
Fenomena bunuh diri akibat jerat judi online menjadi perhatian serius di banyak daerah. Praktik ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga memicu gangguan mental yang dapat berujung pada tragedi seperti yang dialami WS.
Pesan Kemanusiaan dan Akses Bantuan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya dukungan psikososial bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan hidup. Bunuh diri sering terjadi saat seseorang merasa putus asa tanpa jalan keluar.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami masalah serupa, jangan ragu mencari bantuan. Layanan konseling profesional dapat membantu meringankan beban mental. Salah satu organisasi yang menyediakan akses layanan kesehatan jiwa adalah Into the Light Indonesia, yang dapat diakses melalui situs resminya.
Penutup
Tragedi bunuh diri akibat judi online di Sukaraja menegaskan perlunya edukasi finansial dan pendampingan psikologis bagi masyarakat agar kasus serupa tidak terulang.
Kasus ini jadi alarm bahaya judi online. Edukasi, pendampingan psikologis, dan dukungan keluarga penting untuk mencegah tragedi serupa. (Lintas Priangan/Arrian)



