Sempat Berhenti Sekolah dan Jualan Cilok, Ini Kata Kakeknya Nindi

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kehidupan Nindi (11) siswi Kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, memang tidak seberuntung seperti teman-temannya. Ia sempat berhenti sekolah demi membantu ekonomi keluarga kakeknya dengan berjualan cilok keliling.
Wahid (66) merupakan kakeknya Nindi mengatakan, cucunya itu sudah dua kali masuk di SDN 4 Bojongmengger ini, namun ibu tirinya membawanya ke Kota Banjar untuk dimasukan ke pesantren, sehingga Ia harus berhenti sekolah.
“Setelah beberapa bulan di Banjar, akhirnya Nindi kembali kesini dan tidak mau masuk sekolah lagi karena malu,” kata Wahid, Jumat (13/12/2024) usai cucunya menerima bantuan paket sembako di SDN 4 Bojongmengger.
Menurut pengakuan Wahid, ia selalu menyuruh cucunya itu untuk masuk sekolah lagi namun tetap tidak mau sekolah dan Ia juga tidak mengetahui kalau cucunya itu suka jualan cilok.
“Saya mendengar dari tetangga kalau Nindi suka jualan. Akhirnya ia bilang sendiri ke saya suka jualan cilok keliling kampung. Saya juga tidak pernah tahu uang hasil penjualan cilok keliling berapa,” akunya.
Wahid juga mengatakan, sekarang Nindi mau sekolah lagi, setelah dibujuk kepala sekolah, untuk itu Ia mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah.
“Alhamdulillah cucu saya sudah mau sekolah lagi. Ya baru seminggu ini. Terimakasih pa kepala sekolah,” ungkapnya.
Ketika ditanya adanya dugaan kalau Nindi jualan atas dasar tekanan dari pihak keluarga, Wahid mengatakan hal itu salah.
“Uang yang dia dapat habis untuk mencukupi kebutuhannya sendiri buat jajan. Saya dan istri tidak meminta,” ucapnya.
Kepala SDN 4 Bojongmengger, Rayu mengungkapkan, anak tersebut baru masuk sekolah lagi pada hari Senin (09/12/2024). Nindi memang sudah tidak bersekolah, sejak beberapa bulan lalu karena dibawa ibu tirinya ke Kota Banjar dan akan dimasukan ke pasantren
“Atas dasar itu pihak sekolah tidak bisa mempertahankan Nindi untuk tetap sekolah disini,” ujarnya.
Menurutnya, namun beberapa bulan kemudian pihak sekolah mendapatkan kabar dari masyarakat kalau Nindi tidak masuk pesantren, tapi sering dilihat sedang berjualan cilok berkeliling kampung.
BACA JUGA: Dinsos Ciamis Berikan Bantuan Untuk Nindi, Murid SD Yang Sempat Berhenti Sekolah
“Berdasarkan informasi itu, saya bersama para guru dan wali kelasnya langsung mencari kebenaran informasi tersebut. Memang benar ketika kami kelapangan Nindi sedang berjualan cilok,” ungkapnya.
Rayu juga mengaku mendapat laporan dari masyarakat kalau Nindi berjualan cilok untuk membantu menutupi kebutuhan hidup keluarga kakek dan nenek tirinya dan memberikan uang jajan untuk adiknya.
“Alhamdulillah setelah kami bujuk akhirnya Nindi mau bersekolah lagi sambil berjualan disekolah,” pungkasnya. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)



