Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2026 Resmi Dibuka!

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kementerian Haji dan Umrah RI membuka peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk bergabung sebagai Petugas Kesehatan Haji 2026. Pengumuman resmi dirilis pada 27 November 2025 dan langsung mendapat perhatian luas, terutama dari para tenaga medis yang selama ini menunggu kesempatan mengabdi pada pelayanan kesehatan jemaah haji.
Kesempatan ini terbuka untuk berbagai formasi, mulai dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, hingga tenaga kesehatan non-medis seperti rekam medis atau elektromedis. Pemerintah menyebutkan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan cukup besar, mengingat kompleksitas pelayanan haji yang tiap tahun memerlukan penanganan profesional dan sigap.
Timeline Ketat, Seleksi Bertahap
Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2026 disusun dalam beberapa tahap dengan jadwal yang cukup padat. Semua proses berlangsung sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025. Tahap pertama dimulai dengan pengumuman seleksi pada 27 November, diikuti pembukaan pendaftaran pada tanggal yang sama. Peserta hanya memiliki waktu hingga 3 Desember untuk mendaftar, sehingga calon pelamar diimbau tidak menunda-nunda.
Setelah pendaftaran ditutup, seleksi dokumen berlangsung pada 4–7 Desember. Hasilnya akan diumumkan pada 8 Desember sekaligus daftar peserta yang berhak mengikuti Tes Wawasan Kesehatan Haji (TWKH). Tes TWKH digelar pada 9 Desember, lalu pengumuman kelulusan dan daftar peserta pemeriksaan kesehatan keluar pada 10 Desember.
Tahap berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran yang berlangsung pada 11–16 Desember. Setelah itu, peserta yang lolos masih harus mengikuti validasi dokumen dan wawancara pada 17–19 Desember. Rangkaian seleksi yang rapat ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan kualitas, kesiapan fisik, dan kemampuan profesional petugas yang akan diberangkatkan.
“Prosesnya memang ketat, karena pelayanan kesehatan jemaah haji tidak bisa asal ambil. Butuh tenaga yang bukan hanya kompeten, tapi juga punya dedikasi,” ujar seorang pejabat di lingkungan kementerian, yang ditemui pada kesempatan berbeda.
Formasi Luas, Mulai Dokter hingga Tenaga Teknis
Untuk formasi medis, pemerintah membuka kesempatan bagi dokter, dokter gigi, serta berbagai dokter spesialis. Ada 12 bidang spesialisasi yang dibutuhkan tahun ini, di antaranya bedah umum, anestesi, penyakit dalam, paru, saraf, orthopedi, emergency medicine, kedokteran jiwa, hingga kedokteran penerbangan. Kehadiran berbagai spesialis ini dianggap krusial karena kondisi kesehatan jemaah haji tidak bisa dilepaskan dari faktor usia, penyakit komorbid, serta risiko kelelahan selama ibadah.
Selain dokter, formasi untuk perawat juga tetap menjadi yang paling banyak diminati. Sementara itu, formasi tenaga kesehatan lainnya meliputi apoteker dan tenaga vokasi farmasi, elektromedis, radiografer, analis laboratorium (ATLM), promosi kesehatan, sanitasi lingkungan, rekam medis, serta PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi). Ragam formasi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan haji bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga menyangkut sistem pendukung yang lengkap dan terintegrasi.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi pemerintah di petugas.haji.go.id, tepatnya pada tab Pendaftaran Petugas Kesehatan. Peserta diminta berhati-hati dan hanya mengikuti informasi resmi dari kanal Kementerian Haji dan Umrah RI untuk menghindari informasi palsu yang kerap muncul ketika masa seleksi dibuka.
Kesempatan menjadi Petugas Kesehatan Haji 2026 bukan hanya soal tugas profesional, tetapi juga pengalaman spiritual sekaligus pengabdian. Dengan timeline yang sudah ditetapkan, para tenaga kesehatan yang berminat disarankan segera menyiapkan dokumen, mempelajari ketentuan TWKH, serta menjaga kondisi fisik.
Seleksi sudah dimulai. Tinggal siapa yang paling siap.



