Nasional

Longsor Cilacap: 3 Korban Jiwa, 20 Masih dalam Pencarian

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Operasi penanganan darurat terus digenjot setelah peristiwa Longsor Cilacap di Kecamatan Majenang menelan korban jiwa dan membuat puluhan warga lainnya belum ditemukan. Berdasarkan laporan resmi BNPB per Jumat (14/11), tiga orang ditemukan meninggal dunia sementara 20 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran. Sedangkan 23 warga selamat, namun sebagian berada di zona yang masih terancam bencana.

Arahan cepat diberikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto. Sang Kepala BNPB dijadwalkan terbang ke Cilacap pada sore hari untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat berjalan optimal. Kehadiran BNPB diharapkan dapat mempercepat upaya pencarian dan pertolongan para korban.

“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kami langsung berangkat ke sana,” ungkap Suharyanto seusai mengisi kegiatan pelatihan kebencanaan di Bogor.

Sebelum rombongan utama berangkat, Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan telah lebih dulu tiba di lokasi. Ia datang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan sejumlah personel dari Pusdatinkom untuk melakukan koordinasi awal, termasuk menyalurkan logistik dan peralatan pendukung yang diperlukan tim di lapangan.


Upaya SAR Terkendala Cuaca dan Kondisi Tanah

Operasi search and rescue (SAR) menjadi fokus utama dalam penanganan Longsor Cilacap. Hingga siang tadi, sekitar 200 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, TNI, Polri, serta relawan dan warga setempat secara bergiliran melakukan penyisiran di titik longsoran.

Namun upaya di lapangan tidak berjalan mudah. Selain medan perbukitan yang kritis, tim SAR harus menghadapi kondisi tanah yang labil serta cuaca yang berubah drastis. Minimnya penerangan di beberapa titik juga menjadi hambatan besar dalam pencarian, terutama saat malam hari.

“Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” ujar Kepala BNPB sembari menyebutkan bahwa sejumlah alat berat dan pompa alkon telah diterjunkan ke lokasi. Selain mendukung upaya pencarian, BNPB memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Hasil laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, para korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Majenang. Sementara korban selamat mengungsi ke rumah kerabat karena lokasi permukiman mereka masih berpotensi dilanda longsor susulan.

Tidak hanya menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan 12 rumah rusak berat tertimbun longsor. Selain itu, 16 rumah lainnya di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, terancam apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.


Rencana Relokasi 28 Rumah di Wilayah Rawan

Selain fokus pada pencarian korban, BNPB dan pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk keselamatan warga. Setidaknya 28 rumah yang berada di lereng rawan longsor direkomendasikan untuk direlokasi. Pemkab Cilacap disebut telah menyiapkan lahan pengganti di lokasi yang lebih aman.

“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasinya. Setelah proses tanggap darurat selesai, relokasi akan langsung kita jalankan,” jelas Suharyanto.

Sementara masa darurat masih berlangsung, warga yang tinggal dekat titik-titik kritis diminta segera mengungsi dan tidak kembali ke rumah untuk sementara waktu. Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah korban tambahan apabila terjadi longsoran susulan.

“Kita ungsikan dulu yang berada di titik rawan supaya meninggalkan rumah. Jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” tegasnya.

Peristiwa Longsor Cilacap ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah perbukitan di Jawa Tengah masih rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan meningkat. Hingga kini, operasi SAR terus dilanjutkan dengan memprioritaskan keselamatan tim dan efektivitas pencarian. (GPS)

Related Articles

Back to top button