3 Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan ada tiga opsi yang berkembang di masyarakat terkait wacana libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 H./2025. Meskipun ada beberapa opsi yang beredar, Mu’ti menegaskan bahwa belum ada keputusan final dari pemerintah mengenai rencana tersebut.
“Kalau kita ikuti yang berkembang di masyarakat, ada tiga opsi yang saya dengar, tapi ini belum ada keputusan ya” ujar Mu’ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Opsi pertama, kata Mu’ti, ada yang mengusulkan agar libur Ramadan berlangsung selama sebulan penuh. Meskipun libur, siswa tetap diharapkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.
Kemudian, opsi kedua, Mu’ti menjelaskan ada wacana untuk libur sekolah di awal dan menjelang akhir bulan Ramadan.
“Misalnya tiga hari atau dua hari sebelum Ramadan, kemudian empat atau lima hari di awal Ramadan libur. Setelah itu, sekolah berjalan seperti biasa, dan nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga ada libur, bisa dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri sampai rangkaian mudik selesai. Itu yang berlaku saat ini,” ujarnya.
Sedangkan opsi terakhir, pria kelahiran tahun 1968 itu menyebutkan adalah tetap masuk sekolah penuh selama bulan Ramadan, seperti yang diterapkan saat ini.
“Tapi intinya, semua ini adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat dan kami tentu memantau usulan-usulan tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik,” kata Mu’ti.
Mu’ti mengatakan bahwa keputusan mengenai rencana libur Ramadan ini akan dibahas bersama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri karena rencana tersebut melibatkan beberapa kementerian.
Jika rencana ini terlaksana, tambahnya, pemerintah akan mengaturnya dalam bentuk Surat Edaran.
“Tapi intinya, keputusan ini harus sama antara sekolah dan madrasah. Jangan sampai nanti masa aktif sekolah dan libur selama Ramadan tidak seragam antara sekolah dan madrasah,” ujarnya.
Sebelumnya, wacana mengenai libur sebulan penuh selama bulan Ramadan muncul dari pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Nasaruddin mengakui bahwa rencana tersebut masih sebatas wacana. Namun, ia menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan kegiatan selama Ramadan masih berlaku di sejumlah satuan pendidikan berbasis pondok pesantren. (Lintas Priangan)



