Ramai Kabar Pembacokan Santri di Ciawi, Pelaku Misterius!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar mengenai dugaan pembacokan santri di Ciawi menyebar cepat melalui media sosial setelah sejumlah akun Facebook mulai membagikannya sejak Kamis malam. Salah satu akun yang memunculkan informasi tersebut adalah akun facebook BebiiMpott, yang mengunggah status sekitar 10 jam sebelum berita ini disusun, atau pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 22.00.
Dalam unggahannya, akun tersebut menulis: “Telah terjadi pembacokan kepada santri di bugel desa gombong, ciawi Tasikmalaya.”
Sontak, status tersebut memancing perbincangan di kolom komentar. Kebanyakan warganet menanyakan kejelasan peristiwa, sementara lainnya menambahkan potongan informasi sebagai tambahan.
Berdasarkan penelusuran Lintas Priangan, dugaan insiden tersebut terjadi selepas waktu Magrib di wilayah Kampung Bugel Wetan, Desa Gombong, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Hingga Jumat pagi, belum ada keterangan resmi dari aparat setempat. Meski demikian, dari percakapan warganet di kolom komentar media sosial menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.
Informasi Kolom Komentar
Ada beberapa informasi tambahan yang muncul di kolom komentar. Beberapa akun yang terkesan mengetahui lingkungan setempat menyebut bahwa korban diduga bernama Husein, seorang santri yang belajar di salah satu madrasah di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“a husen eta santri pa ustd, di madrosah,” respons BebiiMpott pada salah seorang di kolom komentar yang menanyakan identitas korban.
Sumber lain di kolom komentar menyebut bahwa korban merupakan salah seorang santri Pondok Pesantren Nurul Khoir.
Yang paling menarik, komentar yang menyebut bahwa pelaku tidak diketahui alias misterius.
“acan aya nu apaleun saha² na.” (Belum ada yang tahu siapa pelakunya).
Tidak ada satu pun akun yang mengaku melihat langsung kejadian itu. Pelakunya misterius.
Salah seorang warganet bahkan mengunggah foto korban. Dalam foto berdimensi vertikal tersebut terlihat seorang pemuda tergeletak di lantai keramik putih. Tubuhnya miring, salah satu tangannya memegang bagian kepalanya yang berdarah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ditemukan penjelasan dari pihak-pihak berwenang seperti pengurus pesantren, pihak kepolisian atau aparat desa setempat. Sementara jumlah akun yang memposting informasi tentang pembacokan santri di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah.



