Video Belatung dalam Daging MBG Tasikmalaya, Warga Resah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video berdurasi 12 detik membuat heboh jagat maya. Bagaimana tidak, rekaman video tersebut memperlihatkan dugaan adanya belatung dalam daging MBG Tasikmalaya. Seorang warga dengan akun liebanonvespa mengunggah video tersebut ke media sosial pada Jumat (03/10/2025), sekitar sembilan jam lalu.
Dalam caption, pengunggah menulis sindiran dengan bahasa Sunda: “Lamun geus kieu kumaha? SPPG na bertanggung jawab? Saha nu ek nyerenteng na😁. Kajadian di salah satu sakola Swasta di Singaparna.” Dari keterangan itu, publik memahami bahwa peristiwa terjadi di sebuah sekolah swasta di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Potongan Video Perlihatkan Objek Putih Bergerak
Video itu menyorot tangan seorang siswa yang sedang menyantap menu makan bergizi (MBG). Nampan berisi nasi dan lauk ayam terlihat berada di atas bangku sekolah. Ketika siswa tersebut mengangkat potongan ayam, kamera menangkap objek putih yang bergerak dari dalam daging. Tulisan judul di video menegaskan isi tayangan: “ada cacing/belatung keluar dari daging ayamnya.”
Pengunggah memperlihatkan momen itu secara jelas sehingga warganet bisa melihat detail daging ayam yang diduga mengandung belatung. Tayangan pendek tersebut semakin memicu perdebatan soal kualitas makanan dalam program MBG yang seharusnya mendukung kesehatan dan gizi anak sekolah.
Reaksi Publik dan Tuntutan Klarifikasi
Banyak pengguna warga yang kemudian melontarkan kritik setelah menonton video belatung dalam daging MBG Tasikmalaya. Mereka menanyakan siapa pihak yang harus bertanggung jawab. Beberapa menyebut lembaga penyedia makan bergizi, sementara yang lain mendesak pemerintah daerah melakukan pengecekan langsung.
“Kalau benar ada belatung, ini masalah serius. Anak-anak kita jadi korban,” tulis salah seorang ibu warga Tasikmalaya yang enggan disebutkan identitasnya. “Ini semakin membuat kami sebagai orang tua resah,” ujar ibu lainnya.
Banyak orang tua yang bereaksi. Mereka khawatir menu MBG yang seharusnya bermanfaat justru membahayakan kesehatan. Apalagi faktanya, kasus keracunan MBG terus berlangsung di berbagai lokasi.
Hingga sore hari, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi. Dinas terkait pun belum mengeluarkan klarifikasi. Sementara itu, video terus beredar luas, dibagikan ulang oleh berbagai akun, dan memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat Tasikmalaya.
Kasus belatung dalam daging MBG Tasikmalaya bukan hanya soal kualitas makanan, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap program pemerintah. Banyak pihak menilai pemerintah perlu segera menginvestigasi kasus ini, memeriksa penyedia makanan, dan mengevaluasi standar kebersihan dapur produksi.
Masyarakat menunggu langkah cepat. Mereka berharap pihak berwenang turun langsung ke lokasi, memastikan keamanan pangan, dan menindak tegas siapa pun yang lalai. Tanpa tindakan konkret, kasus ini berpotensi semakin merusak citra program MBG yang sejak awal dirancang untuk menyehatkan generasi muda.(AC)



