Dunia

DPR Jepang Dibubarkan!

Alasan DPR Jepang Dibubarkan

Pembubaran DPR Jepang tidak lepas dari tekanan ekonomi domestik yang kian dirasakan masyarakat. Lonjakan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya biaya hidup menjadi isu utama yang membayangi pemerintahan Takaichi. Survei terbaru lembaga penyiaran publik NHK menunjukkan sekitar 45 persen responden menempatkan isu harga sebagai kekhawatiran utama, jauh melampaui isu diplomasi maupun keamanan nasional.

Dalam konteks tersebut, pemilu sela diposisikan sebagai cara untuk meminta mandat ulang rakyat. Takaichi menilai legitimasi politik yang kuat dibutuhkan agar pemerintahannya mampu meloloskan kebijakan strategis, terutama di bidang ekonomi. Salah satu janji yang dilontarkan adalah penghentian sementara pajak konsumsi bahan makanan sebesar 8 persen selama dua tahun, yang diklaim dapat meringankan beban rumah tangga.

Selain faktor ekonomi, pembubaran DPR Jepang juga berkaitan dengan agenda jangka menengah pemerintahan. Pada akhir Desember lalu, kabinet Takaichi telah menyetujui rancangan anggaran negara terbesar dalam sejarah Jepang, senilai 122,3 triliun yen. Kemenangan dalam pemilu sela dinilai akan memperkuat posisi koalisi pemerintah di parlemen, sehingga pengesahan anggaran dan undang-undang strategis dapat berjalan lebih mulus.

Di sisi lain, dinamika geopolitik turut menjadi latar belakang penting. Pemerintah Jepang tengah menghadapi ketegangan kawasan, khususnya terkait China dan isu Taiwan, serta upaya memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat. Dengan DPRD Jepang bubar dan pemilu sela digelar, hasil pemungutan suara Februari mendatang akan menjadi penentu arah kebijakan Jepang, baik di dalam negeri maupun di panggung global. (AS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button