Dunia

Berpotensi Meluas, Banjir Bandang Terjang Mekkah

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di sekitar Mekkah setelah hujan deras dan badai petir mengguyur wilayah tersebut sejak 13–14 November 2025. Peristiwa itu memicu arus air deras yang melintas di jalan-jalan utama, menenggelamkan jalur kendaraan, dan memaksa warga berhati-hati saat melintas. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung dan bahkan berpotensi meluas dalam beberapa hari ke depan.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) pada Jumat, 14 November 2025, mengeluarkan peringatan cuaca resmi yang menyebutkan bahwa cuaca tidak stabil akan terjadi hingga Selasa, 18 November 2025. Dalam keterangan tertulisnya, NCM menjelaskan bahwa sistem cuaca besar bergerak melintasi sebagian besar wilayah Kerajaan, membawa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan kilatan petir.

Hujan Lebat Picu Arus Deras di Area Kota Suci

Sejumlah video yang beredar menunjukkan bagaimana arus banjir bandang menyapu kawasan permukiman di sekitar Mekkah. Air berwarna cokelat gelap mengalir deras melewati badan jalan, menggenangi persimpangan, dan menyeret sampah serta material ringan. Beberapa kendaraan tampak berhenti mendadak, sementara sebagian lain nekat menerobos derasnya air karena tidak ada jalur alternatif.

Dari rekaman lain, kilatan petir terlihat menyambar langit malam ketika hujan deras terus turun tanpa jeda. Kondisi itu membuat jarak pandang menurun dan aktivitas warga di luar ruangan terganggu. Di beberapa ruas, petugas keamanan terlihat mengarahkan kendaraan menjauh dari lembah atau jalur cekungan yang rawan menjadi lintasan arus banjir.

Menurut NCM, cuaca buruk tidak hanya terpusat di Mekkah. Wilayah lain seperti Jeddah, Madinah, Tabuk, Al Jouf, Northern Borders, Hail, Al Qassim, Riyadh, Eastern Province, Al Baha, Asir, dan Jazan juga berada dalam status waspada hingga siaga. Masing-masing daerah diperkirakan mengalami intensitas hujan yang berbeda, namun beberapa kawasan pesisir dan dataran tinggi berisiko mengalami banjir bandang serupa.

Otoritas Minta Warga Tetap Waspada

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk menghindari lembah-lembah banjir dan tidak memaksakan diri melintasi sungai kering atau jalur yang biasanya berubah menjadi aliran deras saat hujan. Otoritas juga meminta pengendara berhati-hati karena beberapa jalan licin dan genangan dalam dapat membahayakan.

Pertahanan Sipil Arab Saudi telah menyiagakan tim di sejumlah titik untuk merespons keadaan darurat, mulai dari evakuasi, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan aliran air yang memasuki area padat penduduk. Pemerintah mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah cepat, sehingga warga diminta memantau informasi resmi dan tidak mengandalkan kabar tidak terverifikasi.

NCM menegaskan bahwa sistem cuaca ini bersifat multi-hari, sehingga hujan diperkirakan tetap turun secara berkala hingga 18 November 2025. Meski intensitasnya berbeda-beda, beberapa wilayah disebut berisiko mengalami hujan ekstrem yang dapat menimbulkan akumulasi air, banjir mendadak, dan gangguan keseharian warga.

Sementara itu, aktivitas transportasi darat di beberapa jalur dilaporkan tersendat akibat genangan meluas. Sejumlah warga mengaku khawatir karena debit air naik cepat meskipun hujan baru berlangsung beberapa jam.

Dengan kondisi yang masih dinamis, otoritas meminta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, dan mematuhi seluruh instruksi resmi selama periode cuaca ekstrem ini. Pemerintah menegaskan bahwa semua instansi bekerja penuh untuk meminimalkan dampak dan menjamin keselamatan warga.

Related Articles

Back to top button