Olahraga Tradisional Kota Tasikmalaya Siap Unjuk Gigi di Invitasi Jabar 2025

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Atlet Pelestari Olahraga Tradisional Kota Tasikmalaya resmi diberangkatkan hari ini, Selasa (25/11/2025), untuk mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat 2025. Ajang ini digelar oleh Dispora Jawa Barat bekerja sama dengan KORMI Jabar dan berlangsung di Kabupaten Karawang pada 25–27 November 2025.
Tasikmalaya mengirim 11 atlet terbaik yang akan turun di dua cabang yang memang menjadi kekuatan daerah, yaitu egrang dan dagongan. Meski olahraga tradisional yang dipertandingkan cukup beragam—mulai dari sumpitan, tarompah panjang, hadang, egrang hingga dagongan—kontingen Tasikmalaya memilih fokus pada dua nomor yang selama ini paling berkembang di kota santri tersebut.
Dukungan Penuh untuk Atlet Pelestari Warisan Budaya
Pemberangkatan atlet berlangsung sederhana namun penuh semangat. Para peserta dari komunitas pelestari olahraga tradisional terlihat membawa energi positif, seakan siap membuktikan bahwa olahraga berbasis budaya tak kalah menarik dibanding olahraga modern.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, S.STP., menyampaikan harapan besar terhadap keberangkatan kontingen tahun ini. Menurutnya, keikutsertaan Kota Tasikmalaya bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang menjaga napas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
“Kami berharap kontingen ini dapat menampilkan yang terbaik, melestarikan budaya, dan mengharumkan nama Kota Tasikmalaya,” ujar Momon. Ia menambahkan bahwa semangat utama pengiriman atlet bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi memastikan olahraga tradisional tetap hidup di tengah kemajuan zaman.
Dari cabang egrang, para atlet telah menjalani latihan rutin selama beberapa pekan terakhir. Mereka fokus pada kecepatan, keseimbangan, dan teknik start—tiga unsur penting yang sering menentukan hasil akhir. Sementara itu, tim dagongan menerapkan latihan kekompakan dan ketahanan fisik, sebab olahraga ini sangat menuntut koordinasi dan kekuatan tim.
Tasikmalaya Targetkan Penampilan Maksimal di Karawang
Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Barat dikenal sebagai ajang bergengsi bagi para pelestari budaya di bidang olahraga. Setiap daerah biasanya membawa ciri khas masing-masing, demikian pula Tasikmalaya yang selama ini cukup menonjol di nomor egrang dan dagongan.
Karawang sebagai tuan rumah menyediakan arena lomba yang cukup representatif dengan standar yang disesuaikan untuk olahraga tradisional. Kontingen dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat akan bertemu dan bersaing dalam nuansa persaudaraan khas olahraga budaya.
Di momen pelepasan kontingen, para atlet Tasikmalaya tampak antusias. Beberapa dari mereka bahkan menyebut ajang ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa olahraga tradisional tetap layak dilihat publik, tak hanya sebagai permainan masa kecil, tetapi sebagai kompetisi yang punya aturan, teknik, dan prestise.
Tasikmalaya sendiri dikenal memiliki komunitas olahraga tradisional yang terus tumbuh. Sejumlah sekolah dan sanggar budaya rutin mengadakan kegiatan latihan, sehingga regenerasi atlet dapat berjalan lebih baik setiap tahun.
Dengan kekuatan 11 atlet, fokus latihan yang terarah, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kontingen Tasikmalaya berangkat dengan kepercayaan diri cukup tinggi. Mereka berharap mampu mencetak prestasi, sekaligus memperkenalkan lebih jauh kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat Tasikmalaya.
Selama mengikuti kompetisi di Karawang hingga 27 November, seluruh atlet akan didampingi tim pelatih dan ofisial. Para pendamping memastikan kesiapan teknis dan mental para peserta tetap terjaga sehingga mereka dapat tampil maksimal di setiap perlombaan.
Semangat yang dibawa oleh kontingen ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui ritual atau seremoni. Olahraga tradisional pun bisa menjadi media yang menyenangkan untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup dan relevan dengan generasi masa kini.
Dengan doa dan dukungan masyarakat, Tasikmalaya berharap bisa kembali pulang membawa hasil terbaik sekaligus membawa cerita tentang bagaimana budaya dapat terus dilestarikan melalui kompetisi yang sportif dan penuh kebersamaan. Semoga langkah para atlet di Karawang menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga olahraga tradisional daerah. (GPS)



