Berita Indramayu

Cegah Kerugian Pascapanen, Petani Indramayu Terapkan Teknologi Edible Coating

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Petani mangga di Indramayu kini bisa cegah kerugian pascapanen dengan teknologi edible coating. INOTEK Foundation bekerja sama dengan BRIN menyelenggarakan Pelatihan Teknologi Memperpanjang Masa Kesegaran Buah Mangga pada Rabu (17/9) dalam program Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat (PKPRIM).

Pelatihan ini diikuti petani, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lokal di bawah program Desa Emas Indramayu. BRIN mengembangkan edible coating berbahan turunan minyak sawit melalui Organisasi Riset Pertanian dan Pangan.

“Indramayu merupakan sentra mangga nasional. Saat panen raya, harga mangga bisa jatuh dan banyak produk terbuang. Teknologi edible coating menjaga mangga tetap segar lebih lama sehingga siap ekspor,” ujar General Manager INOTEK Foundation, Dewi Suryani.

Perekayasa Ahli Madya BRIN, Wiwik Handayani, menjelaskan, petani dapat mengaplikasikan edible coating dengan dicelup atau disemprot pada permukaan buah. Lapisan tipis ini memperlambat respirasi buah, menghambat pertumbuhan mikroba, dan mempertahankan tekstur serta kesegarannya.

“Tim kami sudah menguji teknologi ini pada mangga arumanis, gincu, salak, alpukat, manggis, lemon, dan jambu kristal. Di suhu ruang, buah tetap segar hingga dua minggu, sedangkan di suhu dingin bisa bertahan hingga empat minggu,” kata Wiwik.

Teknologi ini unggul karena menggunakan 100 persen bahan lokal, prosesnya sederhana, mudah diterapkan oleh petani dan UMKM, lebih terjangkau, dan ramah lingkungan.

Analis Kebijakan Ahli Madya BRIN, Wihatmoko Waskitoaji, menegaskan bahwa BRIN mendorong riset yang memberi dampak nyata bagi pertanian. “Kami ingin Indramayu menjadi model pemanfaatan riset. Edible coating menunjukkan solusi sederhana namun memberi dampak besar,” ujarnya.

Petani sudah menguji coating ini untuk pengiriman menggunakan truk dan kapal laut hingga Makassar bekerja sama dengan PT Laris Manis Utama. Produk ini mendapat tanda aman dari BPOM dan siap dipasarkan.

“Ke depan, kami akan fokus mengembangkan formulasi berbahan lokal, teknologi aplikasi efisien, dan standardisasi internasional agar buah lokal menembus pasar global,” pungkas Wiwik. (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button