Fenomena Langka di Papandayan, Suhu Turun Hampir 0,4 Derajat

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suhu ekstrem di Gunung Papandayan, Garut, kembali jadi sorotan para pendaki. Dalam beberapa dokumentasi pendakian yang viral di media sosial, suhu di kawasan tersebut sempat menyentuh angka 0,4°C, menimbulkan dugaan terjadinya embun beku meski belum ada bukti visual langsung yang dikonfirmasi.
Fenomena ini ramai dibahas menyusul ramainya pendaki yang naik ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan pada Mei 2025. Meskipun belum tercatat secara resmi oleh BMKG sebagai kejadian embun beku, suhu mendekati titik beku ini cukup langka di wilayah tropis seperti Indonesia dan memicu rasa penasaran publik.
Menurut BMKG Jawa Barat, suhu ekstrem di kawasan ketinggian seperti Papandayan memang mungkin terjadi, terutama di musim kemarau atau saat cuaca cerah tanpa awan. “Papandayan berada di ketinggian lebih dari 2.600 meter, sehingga radiasi panas pada malam hari sangat cepat hilang. Ini membuat suhu dini hari bisa jatuh drastis,” jelas petugas prakirawan cuaca BMKG Bandung.
Gunung Papandayan memiliki titik tertinggi di 2.665 meter di atas permukaan laut, dan menjadi salah satu destinasi favorit pendaki, terutama karena jalur yang relatif ramah pemula dan keindahan alamnya. Namun belakangan ini, suhu ekstrem membuat banyak pendaki bersiap lebih serius. Beberapa mengaku mengalami lapisan embun tipis pada tenda dan pakaian saat subuh.
Menurut informasi dari komunitas pendaki lokal, suhu rendah ini sudah dirasakan sejak awal April, namun baru jadi pembicaraan serius setelah video berdurasi 18 detik yang memperlihatkan termometer digital menunjukkan suhu 0,4°C viral di platform TikTok. Meski belum membentuk kristal es, banyak netizen menyebut kondisi tersebut sebagai “embun beku tropis”.
Sampai saat ini, pihak pengelola TWA Papandayan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pembatasan aktivitas pendakian. Namun, para pendaki diimbau membawa perlengkapan musim dingin seperti jaket tebal, sleeping bag termal, dan matras isolasi.
Fenomena suhu ekstrem di Papandayan ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca lokal bisa terjadi secara signifikan di kawasan pegunungan. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka, terutama di dataran tinggi. (Lintas Priangan/JD)



