Berita Ciamis

Hadiri Peringatan Isra Miraj, Budi Waluya Memohon Maaf

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya memohon maaf jika selama mengemban tugas sebagai Pj Bupati banyak kesalahan dan kekhilafan, hal itu diungkapkannya dihadapan para jamaah yang menghadiri acara Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Ciamis, Kamis (06/02/2025).

Dikatakannya, sehubungan akan berakhirnya masa jabatan pj bupati dan akan dilantiknya bupati terpilih hasil Pilkada 2024, maka atas nama pribadi Ia mengucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat unsur Forkopimda, para alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh pemuda, tokoh wanita, insan pers dan seluruh warga masyarakat Tatar Galuh Kabupaten Ciamis.

“Terima kasih atas kerjasama dan dedikasinya selama saya bertugas. Saya mohon pamit dan undur diri semoga Kabupaten Ciamis kedepan, menjadi kabupaten yang tetap Agamis, Humanis dan Dinamis,” katanya.

Dalam kesempatan itu Budi Waluya mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimin untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah. Peringatan Isra Miraj ini, sekaligus menghadapi bulan Suci Ramadhan 1446 H.

“Mari tingkatkan amaliyah ibadah kita, baik mahdhah maupun ghair mahdhah sebagai bekal kita menjelang bulan suci ramadhan,” ujarnya.

Budi Waluya juga menerangkan, peringatan Isra Mi’raj digelar hampir disetiap masjid dan instansi di Ciamis, baik oleh pemerintah maupun swasta, memiliki tujuan yang lebih besar. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai Rasulullah Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai teladan hidup dalam setiap aspek kehidupan.

“Peringatan ini menjadi ajakan untuk mempererat kecintaan kita kepada Rasulullah dan untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hidup beliau. Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, esensi dari peristiwa Isra Miraj adalah perintah untuk mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Untuk itu dia mengajak kepada masyarakat yang hadir untuk memantapkan pelaksanaan ibadah shalat bagi tiap individu muslim.

“Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah melaksanakan Shalat 5 waktu,” katanya.

Dijelaskannya, shalat sebagai salah satu pondasi dasar bagi umat islam, menjadi sarana perekat persaudaraan dan membangun silaturrahmi antar jamaah, shalat juga mengajarkan duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

“Jadikanlah shalat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebagai kewajiban yang harus ditunaikan. Saya harap implementasi dari shalat ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Pembangunan SMP IT Miftahul Huda II Tidak Selesai, CV Restu Ibu Terancam Blacklist

Dijelaskan Budi Waluya, dalam ibadah sholat tersimpan pelajaran yang sangat tinggi. Melaksanakan shalat diawali dengan gerakan takbir, hal ini mengajarkan kita untuk kukuh dalam bertauhid, pasrah atas apa yang menjadi kehendaknya.

“Shalat diakhiri dengan salam, ini mengajarkan kepada kita untuk menyapa menjalin silaturahmi dan membangun persaudaraan sesama manusia,” ungkapnya.

Budi Waluya juga mengungkapkan, hikmah lainnya dari Isra Miraj, meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan senantiasa mampu meneladan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Isra Miraj tersebut dihadiri oleh ratusan warga masyarakat, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Acara ini digelar atas kerjasama antara Pemkab Ciamis, DKM Masjid Agung Ciamis dan Majelis Talim Raudatun Nisa ini tidak hanya untuk memperingati Isra Miraj Nabi SAW saja tetapi juga sebagai Tarhib Ramadhan atau menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
(Nank/lintaspriangan.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button