Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Tasikmalaya Salurkan Ribuan Kilogram Beras
Program distribusi beras oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi langkah konkret menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyalurkan 2.242 ton beras kepada lebih dari 112 ribu Keluarga Penerima Manfaat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Program ini dilaksanakan bersama Bulog Ciamis, menyasar warga rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Selain menjamin pasokan pangan, program ini juga terintegrasi dengan SPHP guna menjaga stabilitas harga pasar lokal. Wali Kota Viman mengajak masyarakat berhemat dan mengatur konsumsi secara bijak sebagai bagian dari kontribusi menjaga ketahanan pangan. Penyaluran berlangsung sejak 21 hingga 28 Juli 2025 dan melibatkan berbagai elemen pemerintahan.
Beras untuk Ketahanan Pangan
Sebanyak 2.242 ton beras disalurkan Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada 112.144 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh kecamatan dan kelurahan. Penyaluran ini tidak hanya menjamin kecukupan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tengah gejolak ekonomi nasional.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa distribusi ini bukan rutinitas biasa. “Program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjamin ketahanan pangan sekaligus menstabilkan harga beras yang tertekan inflasi,” ujar Viman saat monitoring penyaluran di Gudang Bulog, Kecamatan Mangkubumi, Jumat, 25 Juli 2025.
Distribusi dilakukan secara serentak sejak 21 hingga 28 Juli 2025 oleh Bulog Ciamis yang bersinergi dengan Pemkot Tasikmalaya. Bantuan disalurkan lewat kantor kelurahan di 10 kecamatan dan 69 kelurahan. Masing-masing KPM memperoleh 10 kilogram beras per bulan, mencakup alokasi bulan Juni dan Juli.
Langkah ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran utama program adalah kelompok rentan dalam desil 1 hingga 7 yang terdampak paling besar oleh tekanan harga.
Lebih lanjut, Wali Kota Viman mengungkapkan bahwa inflasi di Tasikmalaya meningkat dari 0,36 persen pada Januari menjadi 1 persen pada Juni. Maka dari itu, bantuan beras ini menjadi bagian dari strategi menahan lonjakan tersebut. “Tujuannya tak hanya soal pangan, tapi juga untuk mempertahankan keseimbangan ekonomi rumah tangga masyarakat kecil,” jelasnya.
Program ini juga dikolaborasikan dengan kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Harapannya, pasar lokal tetap terkendali, baik secara pasokan maupun harga, dalam jangka pendek hingga menengah.
Selain itu, pemerintah mengimbau warga agar berkontribusi menjaga ketahanan pangan. Caranya? Mulai dari pola konsumsi hemat hingga pengelolaan belanja yang lebih bijak.
“Inflasi bukan semata-mata tugas pemerintah. Masyarakat pun harus aktif mengatur gaya hidup dan konsumsi agar kondisi tetap stabil,” imbuh Viman.
Sebagai penutup, Viman menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak. “Kami berterima kasih pada Bulog, Forkopimda, camat, lurah, dan seluruh tim lapangan. Tanpa kolaborasi mereka, distribusi takkan berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Lintas Priangan/AB)



