3 Nama Ini Menguat, Pengganti Ade Sugiato di PSU Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini memutuskan untuk mendiskualifikasi Ade Sugianto, Bupati Tasikmalaya terpilih, karena terbukti telah menjabat selama dua periode penuh. Keputusan ini memicu pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Tasikmalaya tanpa keikutsertaan Ade Sugianto sebagai calon bupati.
Latar Belakang Diskualifikasi
Ade Sugianto pertama kali menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya pada tahun 2018, menggantikan Uu Ruzhanul Ulum yang terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Pada Pilkada 2020, Ade kembali terpilih untuk periode 2021-2025. Dengan demikian, MK menilai bahwa Ade telah menjabat selama dua periode penuh, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali pada Pilkada 2024.
Calon Pengganti yang Muncul
Pasca diskualifikasi Ade Sugianto, beberapa nama mulai mencuat sebagai calon pengganti untuk maju dalam PSU mendatang. Berikut adalah beberapa tokoh yang disebut-sebut berpotensi menggantikan Ade, disertai analisis kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon pengganti:
- Uu Ruzhanul Ulum. Uu Ruzhanul Ulum adalah mantan Bupati Tasikmalaya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Pengalamannya dalam memimpin Kabupaten Tasikmalaya menjadi modal penting jika ia kembali mencalonkan diri. Kelebihan: Berpengalaman dalam pemerintahan daerah dan memiliki jaringan politik yang luas. Kekurangan: Karena pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat mungkin akan jadi pertimbangan yang tidak mudah bagi Uu untuk kembali maju di kontestasi tingkat kabupaten.
- Ai Diantani. Nama Ai Diantani santer disebut sebagai calon potensial pengganti Ade Sugianto. Namun, hingga saat ini, partai koalisi seperti PDI Perjuangan, PKB, dan Nasdem belum memastikan pengganti resmi untuk Ade. Kelebihan: Jika didukung oleh partai koalisi, Ai Diantani dapat memperoleh basis dukungan yang solid. Kekurangan: Kurangnya pengalaman politik atau pemerintahan yang diketahui publik dapat menjadi hambatan. Isu gender tentang “Pemimpin Perempuan” dan oligarki juga bukan mustahil akan jadi stigma yang tak mudah untuk dikesampingkan.
- Mohamad Zen. Mohamad Zen, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, juga disebut-sebut sebagai calon potensial. Meski nama Zen muncul belakangan, namun dilihat dari sisi kelebihan dan kekurangan, bukan mustahil ia jadi kuda hitam. Pengalamannya dalam birokrasi pemerintahan daerah menjadi nilai tambah. Kelebihan: Memahami seluk-beluk administrasi dan birokrasi di Kabupaten Tasikmalaya. Basis suara dari Kabupaten Tasikmalaya selatan dan lingkungan birokrasi juga akan memperkuat potensi raihan suara. Kekurangan: Bukan kader partai, pasti cukup sulit untuk meyakinkan partai pendukung.
Respons Partai Politik
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedang berkoordinasi dengan partai politik pengusung lainnya untuk mencari pengganti Ade Sugianto sebagai calon bupati. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa partainya tengah menggodok nama-nama yang akan diajukan sebagai pengganti Ade.
Selain itu, PDI Perjuangan dan Nasdem juga terlibat dalam proses pencarian calon pengganti. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan diusung dalam PSU mendatang.
Dengan adanya PSU di Kabupaten Tasikmalaya, partai politik pengusung perlu segera menentukan calon pengganti Ade Sugianto. Setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang harus dipertimbangkan secara matang. Keputusan yang diambil akan sangat mempengaruhi masa depan Kabupaten Tasikmalaya dan kesejahteraan masyarakatnya.
Sudah pasti, masyarakat berharap proses pemilihan ulang ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Tasikmalaya. (Lintas Priangan)



