Berita Pilkada 2024

Pendukung Nurhayati Tak Bisa ke Lain Hati

lintaspriangan.com, ADVERTORIAL. “Duh teu nyangki…” Hanya tiga kata itu yang keluar dari mulut Asep, saat mendengar kabar ibu kesayangannya dijenguk Nurhayati, Calon Wali Kota Tasikmalaya nomor urut satu. Sejak Sabtu pagi (16/11), ibunya asep yang bernama Yoyoh harus masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Asep tidak menyangka, ibunya akan dijenguk oleh salah seorang calon wali kota.

Asep adalah warga Jalan Paseh, Tuguraja, Cihideung. Dalam hiruk-pikuk Pilkada Kota Tasikmalaya 2024 ini, Asep memang kerap aktif menjadi relawan Nurhayati. Ia bersama teman-temannya, bergabung dalam komunitas RESPATI, alias Relawan Strategis Pro Nurhayati. Tak hanya Asep, hampir semua relawan Respati juga mengaku kaget, ketika Nurhayati menyempatkan diri untuk menjenguk Yoyoh.

“Bagi Ibu Nurhayati, Respati ini isinya orang baru semua . Tidak ada satupun di antara kami yang sudah kenal lebih dari 3 bulan dengan beliau. Tapi perhatiannya alhamdulillah, bukan cuma Kang Asep yang bahagia, lebih dari 100 relawan simpul Respati turut bahagia dan mengucapkan terima kasih,” terang Drs. H. Wawan Setiawan, M.Si., salah seorang inisiator pendiri Respati.

Berawal dari informasi yang dikirim di grup whatsapp Respati, tentang kondisi Ibu Yoyoh yang harus masuk rumah sakit. Informasi tersebut tentu dibaca oleh Nurhayati, yang juga menjadi salah satu anggota grup tersebut. Satu-satunya calon wali kota perempuan itu kemudian bertanya melalaui whatsapp ke Wawan. “Ibu Yoyoh dirawat di ruangan mana?”

“Saya mendapat pesan whatsapp dari Bu Haji, bertanya ruangan. Tapi sama sekali tidak berfikir akan dijenguk. Bukan apa-apa, kami semua tahu bagaimana padatnya kegiatan beliau. Hari ini saja Bu Haji Nuryahati harus mendatangi belasan titik, bersilaturhami langsung dengan masyarakat. Beberapa orang anggota Respati sudah mendampingi ibu sejak pagi, dan baru selesai usai maghrib di Purbaratu. Setelah beres acara di Purbaratu, ternyata Bu Haji dan rombongannya langsung meluncur ke rumah sakit. Tanpa janji, tanpa basa-basi, langsung aksi,” terang Wawan.

Wawan menambahkan, Asep dan keluarganya sangat bahagia. Dan semakin memantapkan hati untuk berjuang bersama Nurhayati.

“Tadi Kang Asep cerita ke saya. Bahagia sekali. Padahal, dia merasa bukan tokoh, bukan pengurus partai, di Respati juga sekedar jadi relawan,” tambah Wawan.

Maka tak heran, masih menurut Wawan, jika sampai hari ini banyak pendukung Nurhayati yang loyal.

“Banyak sekali pendukung Ibu Nurhayati yang bertahan sejak tahun 2014 sampai hari ini. Saya yang baru kenal dua bulan saja sudah merasa nyaman. Begitupun dengan rekan-rekan di Respati. Insha Alloh, Saya, Kang Asep, dan semua relawan serta jaringan suara Respati, tidak akan pindah ke lain hati,” pungkas Wawan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button