Berita Pangandaran

Sepasang Kekasih Alami Kejadian Tidak Terlupakan Saat Tersesat di Cagar Alam

infopriangaan.com, BERITA PANGANDARAN. Pada tahun 2023, sepasang kekasih asal Bandung mengalami kejadian tidak terlupakan saat tersesat di Cagar Alam Pangandaran. Mereka diketahui memasuki kawasan tanpa izin dan tanpa pemandu, sehingga kehilangan arah saat hendak pulang.

Wempi, seorang pemandu di TWA Cagar Alam Pangandaran, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Intinya, jangan main-main di alam,” ujarnya saat ditemui di pantai timur Pangandaran, Minggu (17/11/2024).

Menurut Wempi, kejadian serupa juga pernah menimpa kelompok siswa yang tersesat di cagar alam tersebut. Hal ini terjadi karena mereka tidak melapor kepada petugas dan tidak membawa pendamping.

“Mereka tidak ada izin dan akhirnya kehilangan arah. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua wisatawan,” tambah Wempi.

Wempi juga berbagi pengalamannya sendiri saat tersesat bersama dua turis asal Belanda. Ia menceritakan bahwa mereka kemalaman di tengah hutan karena keterbatasan cahaya dari senter.

“Waktu itu kami kebingungan meskipun menggunakan senter. Itu menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih waspada di lain waktu,” tuturnya.

Cagar Alam Pangandaran memiliki daya tarik luar biasa dengan berbagai keindahan alam dan cerita sejarahnya. Tempat ini memiliki tujuh kelompok satwa liar berupa kera yang tersebar di beberapa lokasi, seperti pantai timur, pasir putih, pantai barat, dan area dalam cagar alam.

Untuk kenyamanan berkunjung ke Cagar Aam wempi menyarankan agar wisatawan menggunakan jasa pemandu

“Kera sering iseng mengganggu pengunjung yang membawa kantong kresek atau makanan. Tapi mereka tidak berani mendekati pemandu yang mengenakan seragam oranye,” ungkapnya.

Selain satwa liar, cagar alam ini juga memiliki tujuh goa, termasuk Goa Jepang yang merupakan goa buatan di pantai barat. Goa ini memiliki nilai sejarah sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang.

“Goa Jepang adalah salah satu titik bersejarah di sini, selain Batu Kalde. Batu Kalde dulunya merupakan tempat peribadatan umat Hindu dari zaman Kerajaan Pananjung,” jelas Wempi.

Tidak hanya sejarah, Cagar Alam Pangandaran juga menawarkan wisata religi.

Beberapa goa, seperti Goa Panggung, Goa Para, dan Goa Rengganis, dikeramatkan oleh warga setempat. Wempi menjelaskan bahwa goa-goa tersebut terletak tidak jauh dari pintu masuk wisata alam pantai timur.

“Wisatawan yang ingin merasakan suasana spiritual bisa mengunjungi goa-goa ini,” katanya.

Wempi, menyarankan agar wisatawan selalu mematuhi aturan, meminta izin, dan menggunakan jasa pemandu agar perjalanan mereka aman.

“Kami bukan sekadar mempromosikan jasa pemandu, tetapi lebih kepada kenyamanan pengunjung,” tegasnya. Ia juga memastikan bahwa selama dirinya menjadi pemandu, tidak ada pengunjung yang pernah dijahili oleh satwa liar.

Kisah sepasang kekasih yang tersesat ini menegaskan pentingnya menghormati aturan dan memahami risiko saat berada di kawasan alam.

Keindahan cagar alam memang memukau, tetapi wisatawan harus selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi panduan yang ada. Alam itu penuh misteri. Kita harus menghargai dan menjaga keseimbangan saat berada di dalamnya,” papar Wempi.

BACA JUGA: Poklahsar Mitra Sauyunan Pelopor Produk Olahan Ikan Nila

Dengan beragam daya tarik yang ditawarkan, Cagar Alam Pangandaran tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Namun, Wempi menekankan bahwa wisatawan harus datang dengan persiapan matang dan sikap yang bijak.

“Pengalaman indah hanya bisa dirasakan jika keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tutup Wempi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button