Berita Ciamis

Warung Warga Bisa Jadi Pangkalan, Waspadai Penjahat Gentayangan!

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerhati masalah sosial, Dodi Suhendi, S.E., M.M., menghimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan jasa apapun berkaitan dengan program dan kebijakan pemerintah. Himbauan Wakil Rektor Institut Nahdlatul Ulama Ciamis (INU Ciamis) ini tentu bukan tanpa alasan. Banyaknya warga yang diduga menjadi korban penipuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya adalah salah satu contohnya.

“Ini fenomena biasa yang sering terjadi ketika pemerintahan baru. Namanya pemerintahan baru, biasanya banyak program dan kebijakan baru. Nah, di celah ini biasanya ada pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk memanfaatkan situasi,” ungkap Dodi kepada Nanang Irawan, Reporter Lintas Priangan di Kabupaten Ciamis, Sabtu (01/02/2025).

Banyak warga yang tadinya ingin ikut jadi penyedia dalam Program MBG, malah menjadi korban penipuan pihak-pihak tidak bertanggung-jawab. Mereka diminta menyetor uang, dengan dalih untuk biaya administrasi dan operasional. Karena tidak hati-hati, akhirnya bukannya untung, yang ada malah buntung.

“Kalau saya cermati, celahnya dari urusan administrasi. Ada prosedur yang harus ditempuh oleh masyarakat sebelum bisa terlibat dalam program pemerintah, misal dalam Program MBG ya. Untuk melalui prosedur tersebut, ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa memudahkan. Jadi di satu sisi warganya tidak terlalu faham, di sisi lain ada pihak yang memanfaatkan,” tambah Dodi.

Selain Program MBG, Dodi juga meminta masyarakat waspada, khususnya dengan program baru yang mulai berlaku 1 Februari 2025. Program yang ia maksud adalah penataan distribusi gas melon yang mulai hari ini sudah tidak bisa dijual di warung warga (pengecer).

“Ini bisa jadi peluang baru kejahatan serupa. Mulai hari ini warung warga yang biasa jadi pengecer gas melon kan sudah tidak bisa tuh. Tapi di sisi lain, pemerintah pusat memberikan kemudahan warung tersebut jadi pangkalan resmi gas melon. Caranya tidak sulit, pemerintah sudah benar-benar mempermudah, yakni cukup dengan punya Nomor Induk Berusaha (NIB). Nah, pada tahap pembuatan NIB inilah, bukan mustahil ada oknum yang bermain. Menjanjikan pembuatan NIB dengan nilai rupiah yang tak wajar. Masih mending kalau NIB-nya jadi, kalau tidak jelas seperti yang terjadi pada Program MBG, kan lagi-lagi masyarakat kecil jadi korban,” papar Dodi.

Dodi menegaskan, pembuatan NIB itu selain mudah, juga gratis. Dapat dilakukan sendiri dengan mengakses website OSS RBA.

“Kalaupun mau minta bantuan yang faham tentang pendaftaran online, ya biayanya sepantasnya saja. Dan untuk urusan NIB ini, kalau tidak mengerti daftar sendiri, cari yang kenal saja, yang kira-kira faham urusan pendaftaran online. Pembuatan NIB itu gratis!” pungkas Dodi. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button