Berita Ciamis

Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Baregbeg sejak Selasa malam menyebabkan Sungai Cibalungbang meluap dan merendam puluhan hektare sawah di Desa Petir Hilir, Dusun Pasir Kadu, RW 7 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Banjir mulai merendam lahan pertanian sejak Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB dan hingga malam hari, air belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Endang, Ketua RW setempat yang juga seorang petani, menyampaikan bahwa banjir kali ini cukup parah dan merata di beberapa titik sawah produktif di wilayahnya.

Endang juga menjelaskan bahwa luapan air berasal dari aliran Sungai Cibalungbang yang tidak mampu menampung tingginya debit air. Selain itu, saluran selokan dari Desa Sukamaju yang seharusnya mengalirkan air ke kolam warga juga tersumbat dan meluap ke area persawahan.

“Sawah kami mulai terendam sejak sore tadi, dan sampai sekarang air belum juga surut. Sebagian besar sawah sudah ditanami padi, bahkan ada yang usianya baru satu bulan dan hampir dua bulan,” ujar Endang saat ditemui di lokasi banjir.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena mayoritas petani baru saja selesai menanam padi beberapa minggu lalu. Jika air tidak segera surut, bibit padi yang terendam air dalam waktu lama dipastikan akan membusuk dan gagal panen.

Endang juga menjelaskan bahwa ada dua titik saluran utama yang menyebabkan air meluap. Saluran tersebut biasanya berfungsi untuk mengalirkan air hujan dan sisa irigasi dari Desa Sukamaju ke kolam penampungan. Namun, derasnya aliran kali ini membuat selokan dan gorong-gorong tidak mampu menampung air, sehingga meluap ke sawah warga.

“Air datang begitu cepat, dan saluran pembuangan tidak mampu menampung. Ini seperti bencana tahunan yang selalu berulang, tapi kali ini lebih parah dari biasanya,” tambahnya.

Beberapa petani terlihat pasrah melihat lahan sawah mereka yang tenggelam. Mereka hanya bisa berdiri di tepi sawah sambil memantau kondisi tanaman padi yang semakin terendam.

Sejumlah petani di Dusun Pasir Kadu mengaku resah dengan kondisi ini. Salah satu petani, Asep, mengatakan bahwa dirinya baru saja menanam padi sekitar tiga minggu lalu. Jika banjir tidak segera surut, ia khawatir hasil panennya akan gagal total.

“Saya baru tiga minggu menanam padi. Kalau terendam lebih lama, bisa dipastikan bibit akan mati dan kami harus mulai dari awal lagi. Biaya tanam juga tidak sedikit,” keluh Asep.

Kerugian yang diderita petani akibat banjir ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain modal tanam, para petani juga harus memikirkan biaya tambahan untuk pemulihan lahan setelah banjir surut.

Endang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu menangani masalah ini, terutama dalam memperbaiki saluran irigasi dan gorong-gorong yang sering menjadi penyebab luapan air.

“Kami butuh solusi jangka panjang. Jika dibiarkan seperti ini, petani akan selalu merugi setiap musim hujan tiba,” ujar Endang dengan nada penuh harap.

Para petani berharap ada upaya cepat dari pemerintah daerah untuk menangani banjir ini. Selain bantuan darurat seperti logistik dan peralatan pertanian, mereka juga berharap ada perbaikan saluran air untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

BACA JUGA: Dispora Banjar Gelar Pembinaan Penggiat Wisata Desa

Hingga saat ini, warga bersama aparat desa masih terus memantau perkembangan banjir dan berusaha membuka beberapa saluran air secara manual untuk mempercepat surutnya genangan di area persawahan.

Musibah banjir ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pengelolaan infrastruktur irigasi dan saluran air yang baik sangat penting untuk mencegah kerugian besar di sektor pertanian. Petani Desa Petir Hilir berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius agar bencana serupa tidak terus berulang di tahun-tahun mendatang. (Edi Supriatna/lintaspriangan.com)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button