Berita Tasikmalaya

Warga Tasik Terusik! Ada Anak 7 Tahun Digadaikan Ayahnya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa ayah gadaikan anak kembali mencuat dan membuat warga Tasikmalaya tersentak. Seorang bocah asal Tasikmalaya ditemukan hidup bersama sebuah keluarga di Gresik setelah dibawa ayah kandungnya dan dijadikan jaminan pinjaman uang Rp25 juta. Fakta ini mencuat setelah Dinas Sosial Gresik melakukan asesmen pada pertengahan November.

Saat petugas Dinsos Gresik mendatangi kediaman warga di Desa Morowudi, mereka sama sekali tidak menduga akan menemukan kasus pelik seperti ini. Mereka awalnya hanya menerima laporan adanya anak tanpa identitas lengkap yang tinggal bersama keluarga pengasuh. Namun setelah berbicara dengan penghuni rumah, keterangan yang muncul justru semakin membingungkan.

Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menyebut timnya segera melakukan pendataan dan mencari tahu asal keluarga sang anak. Dari situlah diketahui bahwa R adalah warga Tasikmalaya. Anak itu tampak sehat, terawat, dan bahkan sudah masuk sekolah kelas 1 SD.

Keluarga yang mengasuh R mengaku menerima anak itu dari ayah kandung dengan alasan kesulitan ekonomi. Mereka bahkan ingin mengangkat R menjadi anak angkat karena menyayangi bocah tersebut. Tapi niat baik itu tidak serta-merta menghapus kesalahan yang dilakukan oleh sang ayah.

Bagi masyarakat di Tasikmalaya, kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan tidak boleh menjadikan anak sebagai objek transaksi. Fenomena ayah gadaikan anak bukan hanya melanggar etika, tapi juga melanggar peraturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

Koordinasi Dua Daerah dan Masa Depan Anak

Setelah mengetahui identitas R, Dinsos Gresik langsung menghubungi Dinsos Tasikmalaya. Dari koordinasi itu diketahui bahwa ibu kandung R selama ini benar-benar kehilangan jejak anaknya. Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa suaminya membawa pergi sang anak hingga ke Gresik.

Ketika diberi kabar bahwa R ditemukan, sang ibu tidak bisa menahan tangis. Ia meminta agar anaknya segera kembali, meski proses pemulangan tidak bisa dilakukan sembarangan. Dinsos Gresik perlu memastikan ketersediaan pengasuhan yang layak di Tasikmalaya sebelum mengambil keputusan final.

Menurut Alvi Ariyanto, yang menangani rehabilitasi sosial di Gresik, R awalnya enggan kembali ke Tasikmalaya. Ia sudah merasa nyaman dengan keluarga pengasuh yang merawatnya penuh perhatian. Namun setelah beberapa kali mendapat pendampingan di rumah aman, R akhirnya mulai membuka diri untuk dipulangkan.

Hingga kini, proses asesmen masih berlangsung. Dinsos Tasikmalaya sedang mendalami kondisi keluarga dan mencari tahu apakah ada potensi tindak pidana yang dilakukan ayah kandung R. Dalam kasus seperti ini, keputusan pemulangan tidak hanya mempertimbangkan hubungan darah, tetapi juga kepastian bahwa anak akan berada di lingkungan yang aman.

Kasus ini meninggalkan pertanyaan penting bagi warga Tasikmalaya: bagaimana mungkin seorang ayah tega menggadaikan anaknya sendiri? Jawabannya mungkin tidak sesederhana faktor ekonomi. Namun apa pun alasan di baliknya, kasus ini menjadi sinyal bahwa perlindungan anak harus diperkuat di tingkat keluarga maupun kesejahteraan sosial. (GPS)

Related Articles

Back to top button