Kesbangpol Ciamis Tegaskan Komitmen Merawat Harmoni

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi nasional setelah menerima Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025. Penghargaan tersebut diterima pada Senin, 17 November 2025, di Gedung F Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, hadir langsung mewakili Bupati H. Herdiat Sunarya.
Raihan ini menempatkan Ciamis sebagai salah satu daerah yang dinilai mampu menjaga stabilitas sosial dan merawat kehidupan masyarakat yang rukun. Tahun 2025, penilaian IHaI melibatkan 353 kabupaten/kota di 24 provinsi. Ciamis, melalui proses pengukuran yang ketat, berhasil meraih skor 6,92 dari 9 dan masuk kategori “baik”.
Ciamis juga melampaui target minimum responden. Dari batas minimal yang ditetapkan, Kesbangpol Ciamis berhasil mengumpulkan 1.776 responden, menunjukkan tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam proses penilaian tersebut. Angka itu menjadi salah satu indikator bahwa ruang sosial di Ciamis terbuka dan masyarakat terlibat aktif dalam menjaga keharmonisan.
Kesbangpol Tegaskan Harmoni sebagai Prioritas Daerah
Kepala Badan Kesbangpol Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, menegaskan bahwa keberhasilan meraih IHaI 2025 bukan semata pencapaian administratif. Ia menyebut bahwa indeks tersebut menjadi alat ukur penting untuk memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih objektif.
“Indeks ini bukan hanya angka. Ia cermin bagi kita. Dari situ, kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” ujar Yadi usai menerima penghargaan.
Menurutnya, harmoni sosial tidak bisa dikerjakan secara instan. Ada proses panjang, melibatkan banyak pihak, dengan dinamika yang tidak selalu mudah. Namun komitmen pemerintah daerah, terutama melalui Kesbangpol, menjadi kunci agar ruang-ruang dialog tetap hidup.
Ia menjelaskan bahwa IHaI mengukur tiga komponen utama: persepsi masyarakat, partisipasi, dan akseptabilitas terhadap keberagaman. Ketiga komponen itu juga dilihat melalui empat dimensi: sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan. Yadi menilai hasil tersebut mencerminkan kondisi masyarakat Ciamis yang cenderung inklusif, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu menjaga komunikasi sosial secara sehat.
“Kerja harmoni ini tidak selalu terlihat. Ia tidak menimbulkan gemuruh seperti pembangunan fisik. Tapi justru tanpa harmoni, pembangunan apa pun akan rapuh. Karena itu, tugas kami adalah memastikan ruang sosial tetap teduh,” katanya.
Yadi menambahkan bahwa peran Kesbangpol bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi juga menjaga irisannya dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari FKUB, tokoh agama, ormas kemasyarakatan, hingga lembaga pendidikan. Semua pihak disebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kerukunan.
Komitmen Ciamis Menjaga Ruang Sosial yang Kondusif
Selama beberapa tahun terakhir, Kesbangpol Ciamis aktif memfasilitasi berbagai kegiatan dialog lintas iman, edukasi kebangsaan, hingga penguatan nilai toleransi di sekolah dan kampus. Yadi menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
“Harmoni itu pondasi. Tanpa pondasi yang kuat, tidak mungkin kita bisa membangun rumah bersama. Saya selalu mengingatkan bahwa tugas kita bukan hanya menyelesaikan masalah hari ini, tapi menyiapkan ruang aman bagi generasi ke depan,” ujarnya.
Penghargaan IHaI 2025 semakin menegaskan bahwa arah kebijakan Kesbangpol Ciamis berada pada jalur yang tepat. Namun Yadi memastikan capaian ini tidak akan membuat pihaknya berpuas diri. Ia menegaskan komitmen Kesbangpol untuk terus memperkuat pola komunikasi, memperbanyak ruang perjumpaan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban sosial.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar, dalam sambutannya menyatakan bahwa IHaI merupakan instrumen strategis untuk membaca kualitas hubungan sosial masyarakat. Ia mengapresiasi daerah-daerah yang mampu menjaga stabilitas sosial secara konsisten, termasuk Ciamis.
Dengan hasil penilaian kali ini, Ciamis menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter sosial. Kesbangpol Ciamis memastikan bahwa komitmen merawat harmoni akan terus menjadi prioritas utama dalam menjaga ketenangan dan kenyamanan warga.
“Harmoni itu kerja bersama. Dan kami berkomitmen menjaganya setiap hari,” tutup Yadi. (GPS)



